Gaya Hidup

Jawab Tantangan Tren Intimate, Legacy Wedding Open House 2026 Tawarkan Inovasi Vendor Kekinian

×

Jawab Tantangan Tren Intimate, Legacy Wedding Open House 2026 Tawarkan Inovasi Vendor Kekinian

Sebarkan artikel ini
Legacy Wedding Open House 2026 yang digelar di Moon Ballroom, Legacy Convention Hall, Kota Semarang. Jumat, 24 April 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Legacy Wedding Open House 2026 yang digelar di Moon Ballroom, Legacy Convention Hall, Kota Semarang. Jumat, 24 April 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tren pernikahan sederhana atau intimate wedding yang kian curi perhatian generasi muda justru menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku industri wedding di Kota Semarang.

Millestone Planner merealisasikan itu dalam acara Legacy Wedding Open House 2026 yang berlangsung di Moon Ballroom, Legacy Convention Hall, pada 24-26 April 2026.

Event ini menghadirkan sekitar 20 vendor yang sebagian besar menyasar pasar anak muda. Dari Make Up Artist, fotografer dan videografer, gaun pernikahan, dekorasi, lighting, wedding cake hingga entertainment dan MC, yang sesuai dengan konsep kekinian.

Project Leader Millestone Planner, Feby menyebut acara ini memudahkan para calon pengantin untuk mencari vendor secara mudah, terpercaya dan handal.

“Wedding Open House ini berbeda dengan Wedding Fair. Di acara ini para calon klien bisa melihat simulasi dekor, bisa merasakan test food, dan vibe wedding mereka nantinya,” jelasnya usai pembukaan acara pada Jumat, 24 April 2026 petang.

BACA JUGA: Syifa Hadju Gelar Acara Bridal Luncheon Jelang Pernikahannya, Netizen Terharu

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang, Indriyasari, menyebut tren pernikahan yang lebih simpel tidak serta-merta mengancam pelaku usaha wedding organizer (WO) dan vendor, melainkan mendorong lahirnya inovasi baru.

“Pasar itu adalah tantangan yang harus kita jawab bersama. Kreativitas sangat penting. Memang sekarang tren intimate wedding, tapi di situlah peluang untuk menciptakan konsep-konsep baru yang kekinian,” tutur Indriyasari.

Inovasi Jadi Kunci Hadapi Tren Pernikahan Sederhana

Menurut Indriyasari, pelaku industri kreatif di sektor wedding harus mampu beradaptasi dengan perubahan selera pasar. Ia mencontohkan sejumlah inovasi yang mulai bermunculan, seperti konsep undangan digital, penggunaan teknologi AI untuk foto, hingga tema pernikahan unik yang belum pernah ada sebelumnya.

“Misalnya konsep bridal wedding, lalu photobooth dengan AI, itu hal-hal baru yang belum pernah kita temui. Ini yang harus terus dikembangkan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Gekraf Kota Semarang, Michael, menilai acara seperti Legacy Wedding Open House dapat menjadi referensi utama. Utamanya bagi pasangan muda yang ingin menikah dengan konsep modern dan praktis.

“Di sini pasangan bisa datang, lihat, bahkan langsung mencoba berbagai kebutuhan wedding. Mulai dari baju, foto, sampai konsep acara yang kekinian,” katanya.

Ia menyoroti kemunculan tren baru yang lebih efisien, seperti teknologi fotografi yang memungkinkan hasil foto berbeda tanpa harus berganti busana.

“Sekarang bahkan tanpa ganti baju, foto bisa terlihat seperti memakai outfit pesta yang berbeda. Ini tren baru yang menarik,” ujar Michael.

BACA JUGA: Viral Pernikahan Virgoun dan Lindi Fitriyana, Begini Respon Inara Rusli

Dengan perubahan tren menuju pernikahan yang lebih sederhana dan personal, pelaku industri wedding di Kota Semarang dituntut untuk lebih kreatif dan adaptif.

Alih-alih menjadi ancaman, tren ini justru membuka peluang baru bagi vendor untuk menghadirkan layanan yang lebih inovatif, efisien, dan sesuai kebutuhan generasi masa kini. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp