SEMARANG, beritajateng.tv – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menambah rute penerbangan langsung menuju Singapura mulai musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Ahmad Yani, Sulistyo Yulianto, menjelaskan penerbangan perdana akan berlangsung pada 23 Desember 2025.
“Penerbangan Semarang–Singapura akan dijalankan oleh maskapai Scoot sebanyak empat kali dalam sepekan, tepatnya setiap Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat,” ujarnya, Kamis, 13 November 2025.
Sulistyo menambahkan, pembukaan rute baru ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jaringan penerbangan internasional dari Semarang.
BACA JUGA: Sulistyo Yulianto Resmi Jabat General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang
Ia berharap rute ke Singapura dapat menarik lebih banyak wisatawan dan pelaku bisnis yang ingin menjangkau Jawa Tengah.
“Kami ingin menjadikan Bandara Ahmad Yani sebagai pintu gerbang utama Jawa Tengah menuju destinasi global,” tambahnya.
Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Bandara Ahmad Yani mencatat 1,9 juta penumpang dari berbagai daerah, baik yang berangkat maupun tiba di Semarang.
Angka tersebut tumbuh 4,1 persen daripada periode yang sama pada 2024. Peningkatan tersebut, menurut Sulistyo, menjadi bukti pulihnya mobilitas udara di wilayah Jawa Tengah setelah pandemi.
Total 16.575 penerbangan telah melayani arus penumpang sepanjang periode tersebut. Pihak bandara menilai pertumbuhan ini perlu diimbangi dengan pembukaan rute baru.
Terutama, rute ke negara-negara yang memiliki hubungan ekonomi dan pariwisata kuat dengan Indonesia, seperti Malaysia dan Singapura.
BACA JUGA: Setelah Kuala Lumpur, Rute Penerbangan Langsung Semarang-Singapura Beroperasi November 2025
Selain rute internasional, Bandara Ahmad Yani juga melayani 18 tujuan domestik yang mencakup berbagai kota besar di Tanah Air.
Sulistyo optimistis pengembangan jaringan penerbangan akan terus memperkuat posisi Semarang sebagai pusat mobilitas udara di Jawa Tengah.
“Semakin banyak pilihan rute, semakin besar potensi pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya. (*)





