Melalui penyuluhan ini, KONI Kota Semarang menunjukkan komitmennya untuk membangun budaya olahraga yang berlandaskan hukum, mempererat sinergi antar pemangku kepentingan, serta menciptakan ekosistem olahraga daerah yang unggul dan berprestasi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang KONI dalam menyiapkan SDM olahraga yang tidak hanya kompeten di bidang teknis, tetapi juga melek hukum dan berintegritas tinggi dalam setiap pengambilan keputusan organisasi.
Teguh juga menerangkan beberapa cabor yang sangat riskan dengan permasalahan hukum saat PORPROV. Seperti cabor yang dalam pertandingan di hitung dengan nilai, hal ini banyak kemungkinan kecurangan atau kesalahan.
Pentingnya Penyuluhan Hukum
Untuk mengatasi hal tersebut penyuluhan hukum sangat penting kedepannya. Untuk memberikan keadilan dalam ajang olahraga pada Porprov Jateng 2026 di Semarang mendatang.
KONI Kota Semarang optimis bahwa pemahaman regulasi yang baik akan menjadi bekal berharga dalam mewujudkan pelaksanaan PORPROV Jawa Tengah 2026 yang sukses, bersih, dan membanggakan nama Kota Semarang. (*)
Editor: Elly Amaliyah





