Jateng

Jemaah Haji Jateng Terbanyak Kedua Nasional, Komisi VIII DPR RI Dorong Tambah Embarkasi di Kendal atau Semarang

×

Jemaah Haji Jateng Terbanyak Kedua Nasional, Komisi VIII DPR RI Dorong Tambah Embarkasi di Kendal atau Semarang

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, usai Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 22 April 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Menurutnya, ke depan sistem pemberangkatan haji tidak lagi berbasis provinsi, melainkan zonasi bandara, sehingga keberadaan embarkasi tambahan menjadi kebutuhan mendesak.

Butuh Lahan Minimal Enam Hektare, Pembangunan Embarkasi Baru dari Anggaran Pusat

Terkait rencana pembangunan, Wachid menegaskan fasilitas embarkasi baru tidak akan memanfaatkan bangunan yang sudah ada, melainkan harus ԁibangun dari awal.

Ia menyebut kebutuhan lahan untuk pembangunan embarkasi tersebut cukup besar, yakni 10 hektare.

“Kalau ini bangunan yang sudah ada sekarang di Ngaliyan itu sudah tidak mungkin. Ini harus membentuk bangunan yang baru. Kami butuh sekitar minimal 6 hektare, syukur bisa sampai 10 hektare,” ujarnya.

BACA JUGA: 901 Jamaah Haji Kabupaten Semarang Siap Berangkat, Kloter Pertama Mulai 25 April 2026

Menurutnya, penyediaan lahan akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sementara pembangunan fisik akan ԁidukung oleh pemerintah pusat.

“Kami akan tindaklanjuti ke Kementerian Agama dan sekaligus kami akan bahas di Badan Anggaran di DPR,” imbuhnya.

Pembangunan Embarkasi Baru Sekaligus dengan Museum Haji

Selain sebagai embarkasi, Wachid mengungkapkan rencana pembangunan tersebut juga akan ԁilengkapi dengan fasilitas museum haji.

“Rencana kami tidak hanya untuk embarkasi, tapi juga termasuk Museum Haji yang mana di Indonesia belum ada,” katanya.

Ia menilai, Jawa Tengah memiliki nilai historis sebagai pusat peradaban Islam di Jawa, sehingga ԁinilai layak menjadi lokasi pembangunan fasilitas tersebut.

“Karena waktu itu rencana kami di Demak, peradaban Islam di Jawa itu di Jawa Tengah,” pungkas Wachid. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp