BLORA, Beritajateng.tv – Sebanyak 965 peserta dari 16 Kwartir Ranting (Kwarran) antusias mengikuti ajang Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) 2026 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kegiatan kepanduan berskala internasional yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 ini menjadi wadah bagi anggota Pramuka untuk memperluas jejaring, mendalami teknologi komunikasi, dan berinteraksi langsung dengan rekan seprofesi dari berbagai penjuru dunia.
Penanggung jawab JOTA dan JOTI 2026 Kwartir Cabang (Kwarcab) Blora, Wahyu Trisatiana, mengungkapkan, kegiatan ini memberikan pengalaman empiris yang segar bagi para anggota Pramuka. Khususnya dalam mengeksplorasi radio amatir sebagai instrumen komunikasi global.
BACA JUGA: Pramuka Inklusif, Anak SLB Semarang Tunjukkan Ekspresi dan Kreativitas di PPBK 2025
“Antusiasme peserta di Blora cukup tinggi. Berdasarkan catatan kami, ada 965 orang yang mendarat sebagai peserta dari 16 kwartir ranting,” ujar Wahyu, Minggu, 18 Oktober 2026.
Pelaksanaan JOTA dan JOTI 2026 di Blora ԁipusatkan di dua titik utama. Yaitu di Kantor Kwarcab Blora dan Sanggar Pramuka PPSDM Migas Cepu.
Pemakaian Gelombang Radio Amatir di JOTA dan JOTI 2026
Karena penggunaan gelombang radio amatir memerlukan perangkat dan standar khusus, Kwarcab Blora menggandeng Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Blora serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Blora guna memastikan kelancaran teknis acara.
Melalui perangkat radio tersebut, para peserta dapat saling menyapa, berkenalan, hingga bertukar informasi lintas daerah. Bahkan, sampai menembus batas negara secara internasional.
Didominasi oleh Pramuka golongan Penggalang (SMP) dan Penegak (SMA), kegiatan ini juga terbuka bagi anggota berusia sekitar 13 tahun dengan pendampingan ketat dari pembina atau orang tua.
BACA JUGA: Peduli Lingkungan, Pramuka Semarang Gandeng DPD RI Jateng Tangani Pengelolaan Sampah
Wahyu berharap gaung JOTA-JOTI di Blora dapat terus meluas dan mendulang peserta yang lebih masif pada tahun-tahun mendatang.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya mengenalkan radio amatir sebagai sarana komunikasi di tingkat daerah, nasional, dan internasional. Akan tetapi juga membekali adik-adik Pramuka agar adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tegasnya.
Melalui ajang ini, Kwarcab Blora optimistis ikatan persaudaraan global antar-anggota Pramuka akan semakin erat, mencetak generasi muda yang melek teknologi sekaligus berwawasan luas. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





