SEMARANG, beritajateng.tv – PT KAI Daop 4 Semarang dengan tegas melarang masyarakat beraktivitas maupun bermain di area jalur rel kereta api.
Momen yang kerap petugas temui yakni banyak masyarakat berkumpul, bermain, bercanda tawa, dan mengabadikan momen di pinggir maupun di jalur KA.
“KAI dengan tegas melarang masyarakat berada di jalur kereta api untuk aktivitas apapun. Selain untuk kepentingan operasional kereta api,” jelas Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo.
BACA JUGA: Kota Semarang Bakal Miliki Transportasi Umum ART, Pakai Skema Pembiayaan KPBU
Hal ini menanggapi insiden tertempernya orang dengan KA 88 Fajar Utama Solo relasi Pasar Senen-Solo Balapan pada Minggu 22 September 2024.
Insiden terjadi di Km 88+700 Jalur Hulu Petak Jalan antara Stasiun Cikampek – Stasiun Tanjung Rasa Kabupaten Karawang Jawa Barat. KAI menyayangkan dan turut prihatin atas kejadian tersebut.
“Aktivitas di sepanjang jalur kereta api sangat membahayakan keselamatan masyarakat itu sendiri. Selain itu hal tersebut dapat dikenai sanksi hukum karena telah melanggar ketentuan dalam undang-undang yang berlaku,” terang Franoto.
Larangan Beraktivitas di Jalur Kereta Api
Larangan beraktivitas di jalur kereta api telah ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007. Tentang Perkeretaapian pasal 181 ayat (1) yang menyatakan larangan bahwa setiap orang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api. Ataupun menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.
Menurutnya, selain dapat membahayakan keselamatan. Masyarakat yang melanggar akan mendapatkan hukuman berupa pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 15 juta. Hukuman tersebut sebagaimana terdapat dalam pasal 199 UU 23 Tahun 2007.
KAI menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari kebiasaan yang berbahaya itu. Karena frekuensi KA yang semakin meningkat khususnya di jalur yang sudah double track, seperti di wilayah Daop 4 Semarang ini.
Saat mereka larut dalam keceriaannya bermain, mereka lupa bahwa posisinya saat itu ada di area terlarang yang dapat membahayakan diri.
Petugas dari unit pengamanan KAI selalu melakukan patroli di jalur KA untuk meyakinkan keamanan jalur demi keselamatan perjalanan KA.
Sosialisasi secara langsung petugas lakukan kepada siapa saja Petugas Keamanan KAI temui di sepanjang jalur KA.
Dia berharap semua lapisan masyarakat untuk lebih peduli dan turut berpartisipasi menciptakan keselamatan bersama dan kelancaran perjalanan kereta api.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar memberi pengertian atau teguran apabila ada yang bermain atau melakukan kegiatan di jalur kereta api,” jelas Franoto.
Di wilayah Daop 4 Semarang pada tahun 2024 sampai dengan 22 September 2024 telah terjadi sebanyak 20 kecelakaan antara kereta api. Dengan jumlah korban sebanyak 20 orang dengan rincian 16 orang meninggal dunia, 3 orang luka berat dan sisanya luka ringan.
“KAI mengingatkan potensi bahaya bagi keselamatan masyarakat yang berada di jalur kereta api. Hal ini karena kereta api tidak dapat berhenti mendadak,” ujar dia.
Karena kecepatan kereta yang tinggi dan panjangnya jarak untuk melakukan pengereman, membuat setiap aktivitas di jalur rel sangat berisiko.
“Kami harap kejadian serupa tidak terulang kembali. KAI melarang keras masyarakat untuk beraktivitas di sekitar jalur kereta api karena bisa mengganggu operasional kereta dan membahayakan keselamatan,” tutup Franoto. (*)
Editor: Elly Amaliyah





