Manfaat kegiatan itu juga ԁirasakan Risma, salah satu peserta yang datang bersama anaknya, Rei. Ia mengaku memperoleh inspirasi untuk menghadirkan variasi permainan edukatif di rumah tanpa harus membeli mainan dengan harga mahal.
“Rei tadi senang sekali ketika mencoba matrasnya. Dia penasaran dengan tekstur yang berbeda-beda. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi punya ide untuk membuat permainan sendiri di rumah,” ungkap Risma.
Bagi para orang tua, kegiatan tersebut menjadi alternatif untuk menghadirkan pengalaman bermain yang beragam dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar rumah.
Pendampingan orang tua tetap ԁiperlukan agar aktivitas bermain dapat berlangsung sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan anak.
BACA JUGA: All New BMW X1 Resmi Launching di Jateng-DIY, Ini Keunggulan dan Fitur Lengkapnya
Keamanan Bahan Tetap Menjadi Perhatian
Di balik penggunaan bahan sederhana, keamanan menjadi hal penting dalam pembuatan Smart Sensory Mat. Orang tua perlu memastikan seluruh material bersih, tidak memiliki bagian tajam, serta sesuai dengan usia dan kemampuan anak.
Bahan berukuran kecil, seperti biji-bijian dan benda sejenis, juga berisiko tertelan sehingga penggunaannya membutuhkan pengawasan langsung dari orang dewasa.
“Pemilihan material perlu ԁisesuaikan dengan kondisi anak untuk meminimalkan risiko selama bermain,” tandas Ramaji.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini ԁiharapkan dapat memperluas pengetahuan orang tua dalam menyediakan aktivitas bermain edukatif yang sederhana, terjangkau, dan aman bagi anak. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





