Jateng

Kejar Tenggat Desember 2025, DPU Binmarcipka Jateng Kebut Betonisasi Jalan Majapahit 150 Meter Per Hari

×

Kejar Tenggat Desember 2025, DPU Binmarcipka Jateng Kebut Betonisasi Jalan Majapahit 150 Meter Per Hari

Sebarkan artikel ini
betonisasi jalan
Kepala Bidang (Kabid) Pelaksana Jalan Wilayah Timur DPU Binmarcipka Jawa Tengah, Agus Apriyanto, saat dijumpai langsung di kantornya, Selasa, 26 Agustus 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Preservasi ruas Jalan Brigjen Sudiarto Semarang atau Jalan Majapahit dengan betonisasi ditarget rampung pada awal Desember 2025 mendatang.

Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya (DPU Binmarcipka) Provinsi Jawa Tengah menyebut nilai kontrak betonisasi ruas Jalan Brigjen Sudiarto itu senilai Rp41,904 miliar dari pagu Rp43,9 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Pelaksana Jalan Wilayah Timur DPU Binmarcipka Jawa Tengah, Agus Apriyanto, mengungkap masa pelaksanaan betonisasi ruas Jalan Brigjen Sudiarto ini selama 181 hari atau lebih kurang enam bulan.

BACA JUGA: Masyarakat Dukuh Mintreng Bahagia Usai Betonisasi Jalan oleh TMMD Kodim 0716/Demak

“Ini preservasi ruas Jalan Brigdjen Sudiarto dengan penyedia PT Satwiga Mustika Naga, nilai pagunya Rp43,9 miliar, sementara nilai kontraknya Rp41,904 miliar. Terkontrak pada tanggal 4 Juli 2025, butuh kurang lebih lima bulan ya, itu sangat pendek sekali dengan panjang efektif 2 kilometer itu,“ ujar Agus saat dijumpai langsung di kantornya, Selasa, 26 Agustus 2025..

Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara hasil pekerjaan konstruksi jalan dari kontraktor ke pemilik proyek setelah pekerjaan utama selesai direncanakan 31 Desember 2025.

“PHO-nya [atau] akhir pekerjaan itu 31 Desember 2025. Mudah-mudahan bisa tercapai, karena juga waktunya sangat pendek sekali. Makanya tiap hari kami sudah action terus,” jelas dia.

Kejar tenggat waktu, DPU Binmarcipka Jateng lakukan betonisasi jalan 150 meter tiap harinya

Ditarget rampung Desember 2025, Agus menuturkan pihaknya melakukan betonisasi setidaknya 150 meter jalan setiap harinya.

“Ini minimal terus, satu hari itu paling enggak 150 meter panjangnya, supaya harapan saya itu sebelum 31 Desember bisa selesai. Adapun progresnya sampai sekarang bagus ya,” sambung Agus.

Per akhir Agustus 2025 ini, kata Agus, proses betonisasi Jalan Brigjen Sudiarto mencapai 18,63 persen dari rencana awal 12,979 persen.

BACA JUGA: Dapat Tantangan Mahasiswa Bereskan Jalan Rusak Pantura, Hendi Tawarkan Pembetonan dan Monitoring Rutin

“Artinya kan deviasi itu sudah naik positif 5,652 persen, sudah bagus track record-nya, irama pekerjaan atau pengentasan itu sudah tercapai, tiap hari 150 meter itu sudah bisa tercapai,” sambung Agus.

Empat bulan menuju Desember 2025, Agus menjelaskan lebih lanjut perihal progres betonisasi Jalan Brigjen Sudiarto.

“Di sisi awal itu, sisi tengah, sudah 500 meter kanan-kiri. Terus yang di ujung sana juga sekitar 700 meter kanan-kiri, jadi kami nanti tinggal lanjut. Mungkin dalam waktu dekat kami akan buka dari awal satu kiri lagi. Mungkin yang beton lama kan sudah bisa buat lewat, kami akan buka sebelahnya lagi,” jelas dia.

Ungkap kondisi jalan Brigjen Sudiarto yang terus berlubang dan bergelombang meskipun sering dapat perbaikan

Sebelum akhirnya dibetonisasi, Agus mengungkapkan kondisi ruas Jalan Brigjen Sudiarto yang aspalnya kerap bergelombang. Agus menuturkan, kendaraan muatan berat kerap kali melintas di jalan tersebut.

“Sebelum dibetonisasi yang di perempatan traffic light Fatmawati punya beban kejut yang sangat besar. Itu aspalnya sering gelombang-geombang, itu sudah berapa kali cold milling, kami kupas, kami ambil lagi, akhirnya balik kayak gitu lagi,“ terangnya.

Tak hanya itu, Agus juga mengungkap kondisi beton aspal jalan tersebut yang sudah tua.

“Berkali-kali terus itu terjadi, di samping itu juga beton aspal lainnya sudah tua, kalau hujan sering lubang. Jadi memang parah di situ dan itu kan wajah ibu kota provinsi, wajah Kota Semarang dari arah timur,” sambung Agus.

Kerjakan perbaikan jalan di malam hari untuk cegah kecelakaan pengendara

Agus menegaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah pengawasan agar proses betonisasi tetap aman bagi pengendara yang melintas di jalan tersebut. Ia menyebut telah melakukan sosialisasi jauh hari sebelum pekerjaan mulai.

“Kami sudah sosialisasi, kami undang semuanya, kami sudah kasih rambu-rambu, kami undang dari Polda, Polres, Polsek, semua kami undang di Bina Marga. Kami sampaikan bahwa di situ ada pekerjaan, maka tolong hati-hati dalam berkendaraan,” ungkap Agus.

Pekerjaan betonisasi sendiri lebih banyak berlangsung pada malam hari guna meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas. Agus juga mengingatkan pengendara agar ekstra hati-hati saat melintas di lokasi proyek, terutama pengendara motor.

“Iya, kegiatan ini memang lebih fokusnya di malam hari untuk cor betonnya. Tidak mungkin sore maupun siang juga ada pekerjaan. Untuk pengendara sepeda motor maupun pengendara mobil, tolong kalau lewat jalan itu hati-hati karena masih ada pekerjaan dan tenaga kerja yang juga bekerja di situ,” tegas dia.

Menurut keterangannya, proses pengecoran biasanya berjalan mulai sejak sore hingga malam. “Kami jam [kerja] kadang jam 5 sore sudah mulai, kok. Jam 5 sudah mulai,” pungkas Agus. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp