SEMARANG, beritajateng.tv – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana memulai proses pengisian air awal (impounding) di Bendungan Jragung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Rabu, 9 September 2026.
Kegiatan pengisian air awal Bendungan Jragung itu menjadi tahapan awal dari pengoperasionalan infrastruktur tampungan air yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jragung. Tepatnya wilayah sungai Jragung, Tuntang, Serang, Lusi, dan Juana (Jratunseluna).
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha yang menghadiri kegiatan pengisian air awal Bendungan Jragung itu mengucapkan, terima kasih kepada Kementeria Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Dia berharap seluruh tahapan pengoperasian Bendungan Jragunn tersebut dapat selesai dengan lancar dan aman, melalui tahapan pertama pengisian air awal atau impounding itu.
“Sehingga bendungan ini bisa terisi,” kata Ngesti Nugraha.
Dinamika Pembangunan Bendungan Jragung
Ngesti Nugraha mengatakan, adanya berbagai dinamika terjadi pada saat awal pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang sebagai wilayah hulu tersebut.
Pada akhirnya, kata dia, Bendungan Jragung yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut bisa rampung pembangunannya
Dia berhatrap, dengan rampungnya pembangunan Bendungan Jragung tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat di beberapa daerah di Jawa Tengah.
“Tidak terkecuali juga masyarakat yang ada di Kabupaten Semarang,” ucap Ngesti Nugraha.
Sosialisasi Impounding Bendungan Jragung
Sementara itu, laman resmi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali Juana telah menyosialisasikan rencana awal pengisian air Bendungan Jragung pada Kamis, 30 Agustus 2026, di Fasilitas Proyek Pembangunan Bendungan Jragung, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang,
Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto bersama perangkat desa, kelompok petani, serta para pemangku kepentingan berkomunikasi. Gunanya untuk memastikan kesiapan pelaksanaan, aspek keselamatan, dan lainnya selama proses pengisian awal air di Bendungan Jragung.
Sudarto bilang, tahapan awal yang dilakukan itu merupakan hal yang wajib sebelum bendungan dapat beroperasi secara penuh. Bendungan Jragung telah memperoleh persetujuan Komisi Keamanan Bendungan dan Balai Bendungan setelah melalui Sidang Pleno pada 10 Juli 2026. Artinya, siap memasuki proses pengisian awal air waduk.
Harapannya, Bendungan Jragung mampu memberikan manfaat melalui penyediaan air untuk irigasi, air baku. Kemudian pengendalian banjir di wilayah hilir, potensi PLTMH, serta memperkuat ketahanan air dan pangan. (*)
Editor: Diaz A Abidin





