Tak hanya itu, saat ini pagelaran wayang juga sudah disiarkan live melalui akun-akun Youtube. Penontonnya pun lumayan banyak. Ia menambahkan, konten kreatif membuat budaya lebih dekat dengan anak muda.
BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto: Tak Mudah Pimpin KNPI, Anggotanya Semua Berpartai
Saat ini, lanjutnya, hanya sebagian masyarakat, terutama di desa-desa yang masih antusias menonton pentas wayang kulit. Meski penyelenggara pentas terkadang harus menarik minat masyarakat tersebut dengan iming-iming hadiah atau doorprize.
Sumanto menambahkan, sejumlah inovasi juga perlu pelaku seni lakukan demi menarik minat publik yang lebih luas. Contohnya, sejumlah dalang mengadaptasi kisah-kisah kontemporer ke panggung wayang tanpa meninggalkan pakem utama. Berbagai pendekatan tersebut cukup efektif untuk menjembatani tradisi dan teknologi.
“Harus ada kepedulian dari kita untuk melestarikan wayang kulit. Termasuk anak-anak harus kita ajak nonton wayang. Kalau tidak begitu, pelestarian wayang kulit hanya menjadi slogan,” tandasnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





