“Para relawan nanti akan muter mengecek pohon-pohon yang sudah di tanam, memastikan pohonnya hidup dan terawat, kalau ada yang mati, di ganti dengan yang baru,” katanya.
Kepala Desa Suruh, Gunowo berharap penanaman bibit pohon tersebut bisa memperbaiki kondisi lingkungan sehingga bermanfaat bagi warga. Yang tak kalah penting, mencegah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
“Dulu di sini banyak pohon trembesi dan beringin yang bisa menyimpan air, tapi sekarang sudah banyak yang hilang. Dengan penanaman ini harapannya bisa menghijaukan lagi lingkungan,” katanya.
BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Dorong Usulan Ahmad Luthfi ASN Naik Sepeda ke Kantor: Bagus untuk Kesehatan
Ketua Kelompok Petani Maju Desa Suruh, Sumarno mengaku senang dengan kepedulian Sumanto untuk merawat dan menghijaukan sungai ini. Menurutnya, penanaman pohon tersebut akan sangat berguna saat musim kemarau nanti. Selama ini, para petani kesulitan mendapatkan air saat kemarau. Akibatnya, mereka harus menyewa sumur yang membutuhkan biaya cukup tinggi.
“Saat kemarau petani selalu menjerit. Kami harus sewa sumur untuk mengairi sawah. Satu musim tanam butuh 20 hingga 25 kali mengairi sawah. Setiap menyewa harus keluar biaya Rp100 ribu sehingga butuh modal besar,” katanya.
Ia mendukung penuh program tersebut karena jika air tersedia sepanjang tahun, para petani bisa menghemat biaya yang keluar saat musim tanam.
“Kalau air tersedia sepanjang tahun, petani tak akan kebingungan. Kami mendukung program ini terus berlanjut dan semoga terus berjalan baik dan lancar,” ujarnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





