Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah menjalani proses pemeriksaan bersama sejumlah saksi.
“Saat ini kami sedang melakukan tindak lanjut laporan. Klien kami ԁiperiksa bersama dua orang saksi dan beberapa nasabah,” ujarnya.
Mora Sandhy Belum Diketahui Keberadaannya Sejak Kasus Mencuat
Terkait keberadaan Mora Sandhy Purwandono, Abdullah mengaku belum mengetahui secara pasti lokasi yang bersangkutan.
“Kami belum tahu jelas beliau di mana. Beberapa informasi dari klien, yang bersangkutan tidak ada di rumah,” katanya.
Ia menyebut, upaya pencarian juga telah ԁilakukan oleh nasabah dan pihak terkait, namun belum membuahkan hasil. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi sejak kasus mulai mencuat menjelang Lebaran 2026.
BACA JUGA: Aksi Korban Koperasi BLN di Polda Jateng, Tuntut Pengembalian Dana dan Aktor Utama Diusut
“Sudah beberapa kali ԁicari, ԁihubungi, bahkan ԁidatangi ke rumah, tapi belum bisa ԁitemukan. Ke kantor juga tidak ada, [hilangnya] sejak [kasus] mulai mencuat, kurang lebih Maret sebelum Lebaran, itu mulai ada nasabah yang mencari,” imbuhnya.
Abdullah menyebut jumlah korban yang telah terdata sementara mencapai belasan orang, dengan nilai simpanan yang bervariasi. Ia menambahkan, pihaknya juga masih menunggu perkembangan terkait kemungkinan adanya laporan lain, termasuk dugaan laporan balik dari pihak terlapor.
“Yang sudah masuk daftar sementara ada sekitar 17 orang. Nilainya variatif, ada yang sampai Rp1 miliar, ada juga yang Rp20 juta. Memang sempat ada informasi terkait laporan balik, tapi untuk perkembangannya kami belum mengetahui lebih lanjut,” tandas Abdullah. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





