Gaya Hidup

Khutbah Jumat 17 April 2026 Menyentuh Hati: Akhir Syawal dan Sambut Dzulqa’dah

×

Khutbah Jumat 17 April 2026 Menyentuh Hati: Akhir Syawal dan Sambut Dzulqa’dah

Sebarkan artikel ini
Khutbah idul Fitri Maulid Nabi
Ilustrasi khutbah. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Khutbah Jumat 17 April 2026 menjadi momen refleksi bagi umat Islam di penghujung bulan Syawal. Pada tanggal tersebut, umat Islam berada di 28 Syawal 1447 Hijriah, yang menandai semakin dekatnya datang bulan Dzulqa’dah, salah satu bulan mulia dalam Islam.

Momentum akhir Syawal ini menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi ibadah yang telah di lakukan setelah Ramadan.

Umat Islam dianjurkan untuk tetap menjaga semangat ibadah, termasuk melanjutkan amalan seperti puasa sunnah enam hari di bulan Syawal yang memiliki keutamaan besar.

Dalam ajaran Islam, bulan Dzulqa’dah termasuk dalam asyharul hurum atau bulan-bulan yang di muliakan.

BACA JUGA: Teks Khutbah Jumat 10 April 2026: Momentum Akhir Bulan Syawal untuk Meningkatkan Iman

Selain Dzulqa’dah, bulan lain yang termasuk di dalamnya adalah Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam di anjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan serta menjauhi perbuatan dosa.

Khutbah Jumat I

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Saya berwasiat kepada diri saya dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketahuilah, takwa adalah sebaik-baik bekal menuju kehidupan akhirat.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Saat ini kita berada di penghujung bulan Syawal. Bulan yang menjadi momentum untuk menjaga semangat ibadah setelah Ramadan. Namun, sering kali semangat tersebut mulai menurun seiring berjalannya waktu.

Padahal, tanda diterimanya amal Ramadan adalah ketika seseorang mampu menjaga konsistensi ibadahnya setelah Ramadan berlalu.

Oleh karena itu, di sisa akhir Syawal ini, mari kita terus memperbanyak amal saleh. Bagi yang belum menunaikan puasa enam hari di bulan Syawal, masih ada kesempatan untuk melaksanakannya. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadan lalu lanjut dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa setahun penuh.

Jamaah yang berbahagia,

Kita juga akan segera memasuki bulan Dzulqa’dah, salah satu bulan haram yang Allah SWT muliakan. Pada bulan ini, umat Islam di anjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Momentum pergantian bulan ini hendaknya kita jadikan sebagai sarana muhasabah diri. Sudahkah kita menjadi pribadi yang lebih baik? Sudahkah kita meninggalkan dosa-dosa yang lalu?

BACA JUGA: Kumpulan Contoh Khutbah Hari Raya Singkat dan Bermakna, Cocok Buat Anak Gen Z

Mari kita perbanyak sedekah, membantu sesama, dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia. Karena sejatinya, kehidupan ini adalah perjalanan menuju akhirat.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp