Jateng

Kisah Anak Kuli asal Wonosobo Daftar Magang Jepang: Sempat Kerja di Pabrik untuk Bayar Biaya LPK

×

Kisah Anak Kuli asal Wonosobo Daftar Magang Jepang: Sempat Kerja di Pabrik untuk Bayar Biaya LPK

Sebarkan artikel ini
magang jepang asal wonosobo
Pendaftar Magang Jepang asal Wonosobo, Akhmad Nur Rokhim (22) saat dijumpai di Kantor Disnakertrans Jateng, Kota Semarang. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Saya kan ikut ayah, ayah dan ibu sudah pisah. Ayah kerjanya kuli bangunan, saya punya kakak kandung satu, adik tiri satu,” akunya.

Rokhim yang lulus SMA pada 2021 lalu pun tak langsung mendaftarkan diri untuk bekerja di Jepang. Ia masih ingin mencari pengalaman kerja di Indonesia selama beberapa tahun. Rokhim mengaku sempat bekerja di pabrik hingga membantu ayahnya mengerjakan renovasi rumah.

“Sempat kerja di pabrik satu tahun lebih dan keluar. Lalu ke Jakarta, bantu ayah renovasi rumah,” ungkapnya.

Uang yang ia peroleh selama bekerja di pabrik dan membantu ayahnya ia tabung untuk ikut pelatihan di LPK.

“Sebenarnya saat lulus SMA penginnya langsung ke Jepang, tapi mau punya pengalaman kerja dulu, nabung untuk pelatihan,” jelasnya.

Dapat rekomendasi LPK dari TikTok, Rokhim yakin bisa lolos Magang Jepang

Meskipun Program Magang Jepang ini tak dipungut biaya, bukan berarti Rokhim tak butuh modal untuk berangkat ke Jepang. Rokhim menyebut, ia mengeluarkan Rp9 juta untuk mendaftar LPK.

Ia memilih LPK Saitama Magelang dengan banyak pertimbangan.

“Saya tahu LPK itu dari TikTok, karena ramai di sana. Habis biaya Rp9 juta di awal untuk pendidikan selama empat bulan, tapi kalau mau mengulang lagi gratis. Misalnya empat bulan sudah selesai, tapi belum mantap bahasanya, bisa mengulang dan itu gratis,” jelasnya.

BACA JUGA: Gandeng KPU dan Bawaslu, UIN Walisongo Canangkan Pendidikan Politik Lewat Magang Bersertifikat Kampus Merdeka

Rokhim menuturkan, LPK tersebut memberikannya kiat-kiat untuk lolos Program Magang IM Jepang.

“Terutama bahasa ya, bab 1-35. Pendampingan seleksi, ada tes fisik untuk seleksi pelatihan wawancara, semuanya diajarkan. Optimis bisa lolos Insyaallah, ” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp