SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah proses berkembangnya Kota Semarang, terdapat sebuah kafe yang mengusung konsep jadul dan penuh sejarah. Kafe tersebut adalah Kafe Gethe.
Lokasi tepatnya berada di Kampung Sekayu, Semarang Tengah. Kafe Gethe didirikan oleh sepasang suami istri bernama Ari Purbono dan Haermeli pada dua tahun yang lalu, persisnya pada 2021.
Ari Purbono menjelaskan, niat awal untuk mendirikan kafe muncul saat ia mendapat amanah menjadi Ketua Kampung Tematik Sekayu. Ia kemudian mencari cara untuk mengangkat perekonomian setempat.
“Cara datangin orang ke sini, salah satunya kita buatin tempat nongkrong sekaligus museum kecil-kecilan. Meski ini belum lengkap tapi minimal menggambarkan Kota Semarang,” ungkapnya saat tim beritajateng.tv berkunjung, Senin (28/8/2023).
Demi merealisasikan hal tersebut, Ari nyatanya harus merogoh kantong pribadi. Sang istri, Haermeli bahkan rela menjual tanaman bonsai kesayangnya.
“Akhirnya sama istri pakai dana pribadi, lebih tepatnya istri harus relain bonsai kesayangannya. Waktu itu sekitar Rp 110 juta untuk modal pertamanya,” ucap Ari.
BACA JUGA:Wah! Ini 4 Makanan Asli Indonesia yang Diakui Dunia Lho
Kafe Gethe Sempat Sepi Pengunjung, Lalu Terbantu Media Sosial
Resmi merintis Kafe Gethe sejak Mei 2021, namun tantangan lain harus mereka hadapi. Ari mengatkan bahwa dalam lima bulan pertama, kedai tersebut belum mampu menemukan pasarnya. Bahkan pengunjung yang datang tiap harinya bisa dihitung jari.
Lebih lanjut, Ari menuturkan bahwa titik balik perjalanan Kafe Gethe adalah ketika seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi mampir demi keperluan tugas.
“Di bulan akhir Oktober 2021, ada mahasiswa yang datang untuk wawancara tugas akhir, ia membuat penelitian tentang kampung tua yang tetap eksis dan ambil samplenya di Kampung Sekayu. Waktu itu temennya mengunggah di sosial media kalau ada kafe yang unik, dan sejak itu ramai,” jelas Ari mengenang perjalanan kafenya.
Saat ini, Kafe Gethe sukses menjadi jujugan banyak anak muda yang rindu akan suasana khas masa lalu. Mulai dari bangunan tua, interior, menu, hingga suasana yang Kafe Gethe tawarkan memang masih konsisten jadul dan penuh sejarah.
“Kembali kepada kampung ini adalah kampung bersejarah, tua, dan kuno, ini perlu kita uri-uri dan kita wariskan kepada anak-anak kita. Supaya mereka bangga dan cinta walau di tengah-tengah perkembangan pusat perkotaan,” lanjutnya.
Terakhir, Ari pun berharap dengan keberadaan kafe miliknya mampu lebih mengenalkan Kampung Sekayu yang penuh sejarah.
BACA JUGA:Kafe Gethe, Kedai Jadul yang Tetap Eksis di Tengah Kepungan Pusat Perbelanjaan
“Saya berharap, orang-orang semakin terbuka dengan sejarah Semarang karena ini pernah jadi pusat pemerintahan, jadi banyak sejarah yang bisa digali di tempat ini,” harapnya.(*)
Editor: Farah Nazila





