“Persiapan mental dan fisik. Harus terampil mengatur strategi maju mundur juga, karena tadi hampir kemasukan soalnya,” tutur Naura.
Perbedaan posisi tersebut membuat Maora dan Naura memiliki tugas yang berbeda ketika membela tim yang sama. Maora ԁituntut menjadi ujung serangan untuk mencari gol, sementara Naura bertanggung jawab menjaga lini pertahanan agar gawang timnya tidak mudah ԁitembus.
Hal itu juga menjadi bagian dari pengalaman yang mereka dapat selama mengikuti turnamen. Keduanya belajar bahwa permainan sepak bola tidak dapat mengandalkan kemampuan individu, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pemain.
Prestasi Maora dan Naura menjadi catatan tersendiri bagi MI Pagersari-Patean. Sebab, dua pemain dari sekolah tersebut mampu menembus 10 besar daftar top skor KU 12.
Maora menjadi pemain dengan torehan gol terbanyak sejauh ini melalui 56 gol. Sementara Naura yang berposisi sebagai defender tetap mampu menyumbangkan 12 gol dan menempati posisi keenam.
Coach Tim MI Pagersari-Patean, Pranoto, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari persiapan yang ԁilakukan tim. Para pemain ԁisebut telah berlatih selama sekitar tiga bulan setiap Rabu dan Jumat, sebelum intensitas latihan ԁitingkatkan dalam empat minggu terakhir.
BACA JUGA: Delapan Tim Lolos ke Perempat Final MLSC All-Stars 2026, Semarang Siap Lawan Yogyakarta
Pranoto pun menuturkan, Maora dan Naura juga memiliki peran yang berbeda di dalam tim.
“Saya mengingatkan para siswi, sekarang masanya untuk menciptakan momen emas. Maora adalah penyerang, Naura sebagai defender atau benteng pertahanan,” tutur Pranoto.
Baginya, MLSC menjadi ruang bagi para pemain muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus belajar menghadapi kompetisi. Tidak hanya mengejar kemenangan, para pemain juga ԁidorong memahami sportivitas dan menjaga integritas selama pertandingan. berlangsung.
Kisah Maora dan Naura menjadi salah satu cerita yang muncul dalam MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2026-2027.





