“Kami kebetulan kerja sama dengan Make Over, dengan Wayang Sakti, karena kebetulan konsep kami kan heritage. Jadi ini juga bagus, kebaya kan juga baju tradisional kita, identitas kita,” ucapnya.
Stephanie menjelaskan, KoenoKoeni Hotel mengusung konsep luxury boutique dengan mengangkat perpaduan budaya Jawa, Tionghoa, dan sentuhan Eropa yang ԁikemas dalam desain modern.
Menurutnya, konsep tersebut menjadi identitas yang membedakan KoenoKoeni Hotel dari hotel-hotel lain di Kota Semarang.
“[Konsep hotelnya] heritage, jadi perkawinan antara Tionghoa dan juga Jawa, itu ada unsur Eropanya juga tapi ԁibalut dengan modern. Jadi konsep hotel kami itu boutique luxury,” jelas Stephanie.
Ia berharap warga Kota Semarang mulai mengenal KoenoKoeni sebagai hotel, bukan lagi sekadar kafe atau restoran.
“Harapan kami, masyarakat mengenal KoenoKoeni sendiri. Mungkin awalnya orang familiernya dengan restoran; nah, harapannya KoenoKoeni akan lebih terkenal lagi. Maksudnya orang sudah terbiasa dengan KoenoKoeni Hotel,” tutur Stephanie.
BACA JUGA: Long Weekend Bikin Kota Lama Semarang Kian Berwarna, Sewa Kebaya Laris Diserbu Wisatawan
Meski Kota Semarang telah memiliki sejumlah hotel berbintang lima, Stephanie mengaku optimistis KoenoKoeni Hotel mampu menarik tamu dengan konsep yang berbeda.
Baginya, KoenoKoeni tidak sekadar menambah pilihan akomodasi, namun berupaya menciptakan pasar baru melalui pengalaman menginap yang lebih eksklusif.
“Otomatis kami optimis ya, karena di sini kami meng-create demand, create market. Karena kami cukup berbeda daripada hotel-hotel yang lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KoenoKoeni Hotel akan berdiri sebagai merek yang independen. Stephanie menuturkan perbedaan tersebut terlihat dari konsep kamar hingga fasilitas hotel yang ԁirancang lebih privat.
Hotel itu juga ԁibangun di atas lahan yang tidak terlalu luas sehingga tidak mengusung konsep city resort seperti hotel pada umumnya.
“Yang membedakan adalah komponen di dalam kamarnya sendiri, terus fasilitasnya sendiri. Kebetulan hotel kami juga ԁibangun di atas tanah yang tidak terlalu lebar. Jadi memang konsepnya luxury boutique, jadi lebih private,” jelasnya.





