“Kami mencatat angka kecelakaan di Kota Semarang meningkat sekitar 30 persen dibanding tahun lalu. Ini menjadi perhatian serius,” katanya.
Hingga pertengahan April 2026, jumlah laporan kecelakaan telah mencapai sekitar 700 kasus. Angka tersebut di perkirakan masih akan terus bertambah seiring mobilitas masyarakat yang tinggi.
“Sekarang saja sudah sekitar 700 kejadian, padahal belum masuk pertengahan tahun,” ujarnya.
Beberapa wilayah yang tercatat sebagai titik rawan kecelakaan antara lain Kecamatan Pedurungan, Semarang Barat, dan Semarang Selatan.
Melalui pelatihan ini, para relawan harapannya mampu menjadi penolong pertama yang sigap dan terampil di lokasi kejadian. Dengan respons cepat dan penanganan yang tepat, risiko fatalitas korban kecelakaan diharapkan bisa ditekan.
Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga medis. Tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kesiapsiagaan seluruh lapisan masyarakat. (*)
Editor: Elly Amaliyah





