Pendidikan

Kongres II FMEI 2025: Mahasiswa Ekonomi Seluruh Indonesia Dorong Harmonisasi Investasi Nasional dan Regional

×

Kongres II FMEI 2025: Mahasiswa Ekonomi Seluruh Indonesia Dorong Harmonisasi Investasi Nasional dan Regional

Sebarkan artikel ini
mahasiswa ekonomi indonesia 2025
Kongres II Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia (FMEI) 2025 di Hall Pertamina Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Sabtu, 8 November 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan mahasiswa ekonomi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia berkumpul dalam Kongres II Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia (FMEI) 2025, sebuah forum nasional yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi terhadap kebijakan dan arah perekonomian nasional.

Forum yang diikuti sekitar 100 mahasiswa delegasi dari 19 kampus anggota FMEI, membahas isu strategis seputar investasi nasional dan regional.

Melalui kajian, diskusi, dan rekomendasi kebijakan, FMEI berkomitmen menghadirkan gagasan konkret yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam memperkuat iklim investasi di Indonesia.

BACA JUGA: Dongkrak Ekonomi Lokal, Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Bantu Kembangkan Desa Wisata Nongkosawit

Presidium Nasional FMEI, Rafi Ridha Tockary dari Universitas Diponegoro (Undip) mengatakan, hingga kini FMEI telah menghimpun 19 anggota dari kampus-kampus ekonomi ternama yang memiliki kontribusi strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

Bahas Harmonisasi Investasi Nasional dan Daerah

Presidium Nasional Bidang Kajian dan Aksi Strategis, Muhammad Amirul Ihsan dari Universitas Airlangga, menjelaskan bahwa Kongres II FMEI tahun ini mengangkat tema investasi, dengan fokus khusus pada sinkronisasi antara potensi investasi nasional dan regional.

“Di kongres pertama kami bahas investasi secara nasional. Tahun ini kami membahas investasi dari sisi regional, karena kami percaya kesuksesan investasi nasional yang terdukung oleh harmonisasi potensi investasi daerah,” tutur Amirul.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama pembahasan ini adalah merumuskan analisis komprehensif dan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah agar investasi di Indonesia dapat berjalan secara inklusif dan merata di seluruh wilayah.

“Setiap daerah punya potensi dan tantangan berbeda. Kami ingin mendokumentasikan itu semua agar bisa menjadi bahan rekomendasi yang konstruktif. Harapannya, kebijakan nasional soal investasi dapat selaras dengan potensi di tingkat daerah,” lanjutnya.

FMEI berupaya menjadi jembatan antara kalangan akademisi muda dan pembuat kebijakan. Melalui policy brief dan policy paper, mereka ingin menyuarakan kegelisahan publik dan memberikan alternatif solusi terhadap masalah ekonomi yang masyarakat hadapi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa ekonomi tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberi solusi berbasis riset dan data lapangan,” ungkap Amirul.

Presidium Nasional Bidang Eksternal, Muhammad Dzaky Al Giffaru dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut forum ini tidak hanya menjadi wadah bertukar pikiran. FMEI juga ruang strategis untuk membentuk arah gerak mahasiswa ekonomi Indonesia dalam memberikan dampak nyata bagi bangsa.

Mahasiswa Jadi Jembatan antara Akademik dan Kebijakan

Nurul Ichwan Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM menegaskan bahwa BKPM siap menampung dan meneruskan hasil kajian FMEI kepada pimpinan kementerian. Selain itu kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di berbagai daerah.

“Masukan-masukan dari FMEI ini sangat membantu kami di Kementerian Investasi. Nanti hasilnya akan kami teruskan kepada pimpinan, dan juga kepada DPMPTSP di daerah untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing,” kata Ichwan.

BACA JUGA: Faktor Gaya Hidup Jadi Pemicu Mahasiswa Terjerat Pinjol, Ini Kata Pengamat Ekonomi

Namun, ia mengingatkan bahwa peran mahasiswa tidak berhenti setelah menyerahkan rekomendasi. FMEI juga perlu mengawal tindak lanjutnya di lapangan agar rekomendasi tersebut benar-benar berdampak.

“Jangan sampai setelah hasil kajian disampaikan ke kami dianggap selesai. Kawan-kawan FMEI juga harus ikut mengawal karena investasi itu terjadi di daerah, bukan di pusat,” tegasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp