Jateng

Korban Koperasi BLN asal Semarang Pinjam Rp1,5 M ke Bank, Dibujuk Marketing ‘Agar Bahagiakan Keluarga’

×

Korban Koperasi BLN asal Semarang Pinjam Rp1,5 M ke Bank, Dibujuk Marketing ‘Agar Bahagiakan Keluarga’

Sebarkan artikel ini
korban koperasi BLN
Salah satu korban Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) asal Kota Semarang, Sukardi usai bertemu dengan perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah di lantai 1 Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu, 27 Agustus 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Salah satu korban Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) asal Kota Semarang, Sukardi, membeberkan kronologi ia yang tergiur menjadi nasabah.

Saat beritajateng.tv jumpai usai bertemu dengan perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah di lantai 1 Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu, 27 Agustus 2025, Sukardi mengaku mulanya ia tak percaya dengan rayuan mentor atau marketing Koperasi BLN.

“Ada teman ya, istilahnya mentor atau marketing dari Koperasi BLN itu sendiri, saya kan gak percaya awalnya, sampai kapanpun saya gak percaya. Nah di situlah rayuan mentor itu membuat kita tertarik,” ungkap Sukardi.

Akhirnya, Sukardi terbuai dengan rayuan marketing Koperasi BLN. Tak pikir panjang, Sukardi langsung mengajukan pinjaman Rp1,5 miliar ke bank untuk investasi di koperasi tersebut.

BACA JUGA: Warga Demak Terancam Tergusur, Rumah Lelang Rp102 Juta Gegara Utang Koperasi Rp 20 Juta

Kata Sukardi, keputusannya sempat mendapat penolakan dari istri dan anaknya. Namun, ia tetap mengajukan pinjaman miliaran rupiah kepada pihak bank.

“Kalau dinilai dari pola pikir akademik anak-anak saya, itu gak masuk akal, karena nilai [untungnya] fantastis. Saya pinjam Rp1,5 m pun di luar ekspektasi dan kemampuan saya,” terang dia.

Hal yang membuat Sukardi mantap mengajukan pinjaman hingga Rp1,5 miliar untuk diinvestasikan ke Koperasi BLN tak lain adalah iming-iming uang besar untuk bahagiakan keluarga.

“Berkat rayuan mentor, saya diterangkan bahwa ‘ini aman dan akan membawa kebahagiaan keluarga, itu bisa dibuktikan dari arahan mentor’. Setelah itu saya pengajuan, di-acc, saya diantar sama mentor ke perbankan, sampai kantor pengambilan, langsung saya transfer semua,” ucap dia.

Hal yang membuat Sukardi begitu terpukul adalah penyesalannya yang tak mendengarkan kata istri dan anaknya.

“Yang bikin saya kecewa, sakit hati, itu kan anak dan istri sudah enggak setuju, tetapi saya nekat. Saya ada kemauan untuk merubah pola baik keluarga, yang namanya bapak itu kan pengin keluarga lebih baik,” sambungnya.

Angsuran Sukardi ke bank capai Rp79 juta per bulan

Sukardi yang merupakan warga Pleburan itu menuturkan mulanya ia tak pernah percaya dengan tawaran bergabung dengan MLM dan sejenisnya.

Ia pun masih tak habis pikir mengapa ia bisa terbuai rayuan marketing Koperasi BLN itu.

“Saya dulu kan kerja di hotel, ketika tempat saya dipakai untuk meeting-kayak gitu [MLM], saya enggak percaya karena ini adalah bohong yang berkepanjangan. Kenapa saya tertarik dengan ini, saya sendiri juga enggak tahu,” terang dia.

BACA JUGA: Komitmen Jadi Mitra Strategis, Bank Jateng Beri Pendampingan 265 Koperasi Desa Merah Putih Wonosobo

Hingga kini, pihak bank pun ia sebut masih kerap menagih utang ke rumahnya.

“Saya angsuran Rp79 juta per bulan, bank kan tidak mau tau dengan kondisi kita ya, uangnya yang sudah di cairkan buat apa, mereka ya enggak mau tau,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp