“Inafis dan pihak sekolah menaksir kurang lebih hampir 200 juta, tapi belum pasti, karena satu komputer spesifikasinya di atas Rp10 juta,” jelasnya.
Dugaan sementara, pemicu kebakaran ialah korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). Saat ini, area yang terbakar telah terpasang garis polisi.
BACA JUGA: Dugaaan Korsleting Listrik Instalasi Kabel Ruwet, Rumah Kadus di Tambakselo Blora Ludes Terbakar
Meski dua laboratorium tidak dapat digunakan, kegiatan belajar mengajar di SMKN 5 Semarang tetap berjalan normal. Pihak sekolah juga menyiapkan langkah alternatif agar siswa tetap bisa menjalani praktik.
“Untuk sementara praktik di lab belum memungkinkan. Kemungkinan siswa menggunakan laptop pribadi,” pungkas Rizal. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





