SEMARANG, beritajateng.tv – Dua rumah warga di lingkungan Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang terbakar, Rabu 8 Juli 2026 siang.
Kebakaran ini dugaan kuat terpicu oleh korsleting jaringan listrik dari salah satu rumah. Setelah api membesar dan berkobar menyambar bangunan lain di sebelahnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, namun kerugian materi yang tertimbulkan, perkirakaannya mencapai puluhan juta rupiah.
Sebab tidak hanya bangunan rumah yang ludes terbakar, sejumlah barang berharga yang ada di dalamnya juga tidak sempat terselamatkan dan ikut terbakar.
Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, kedua bangunan rumah yang terbakar di Dusun Cabean Kulon tersebut milik Asfiah dan Tumadi.
Namun rumah milik Tumadi yang terdiri dari dua bangunan dalam satu kompleks ludes terbakar berikut perabotan yang ada di dalamnya.
BACA JUGA: 61 Bus Baru Trans Semarang Sudah Mengaspal, Bus Listrik Beroperasi Agustus 2026
Api kali pertama deketahui oleh seorang pekerja bangunan di sedang beraktivitas dekat lokasi. Warga yang mengetahui berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Namun di tengah upaya tersebut, api cepat membesar dan berkobar hebat hingga membakar dua bangunan yang saling berdekatan tersebut.
“Menurut saksi, sempat terdengar suara seperti ledakan, beberapa saat setelah api membesar,” kata
salah satu petugas pemadam kebakaran, Anggi.
Ia juga mengungkapkan, api cepat membesar karena cuaca saat peristiwa kebakaran terjadi cukup terik dengan angin yang bertiup kencang.
Selain itu, rumah yang terbakar merupakan bangunan rumah yang sebagian besar berdinding kayu. “Sehingga, api dengan cepat segera membesar,” ungkapnya.
Pemadaman Kebakaran
Mobil pemadam yang diturunkan dua unit dari Pos Damkar Induk Ungaran, Satu unit Pos Damkar Getasan dan dibantu satu unit mobil damkar Kota Salatiga.
Dalam upaya pemadaman, lanjut Anggi, petugas damkar tidak hanya berkonsentrasi untuk menjinakkan api yang membakar dua bangunan rumah.
Namun juga harus melokalisir kobaran api dari berbagai sisi agar tidak semakin meluas dan menyambar bangunan lain yang berdekatan.
Setelah berjuang selama hampir 30 menit, api dapat dikuasai dan segera dilakukan upaya pendinginan guna memastikan api betul- betul padam.
BACA JUGA: Wakil Bupati Blora Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kedungtuban, Kerugian Capai Rp275 Juta
Dari hasil asesmen di lokasi, rumah yang terbakar mengalami kerusakan cukup parah dan sebagian besar harta benda pemilik rumah tidak dapat terselamatkan.
Dalam peristiwa kebakaran tersebut, penghuni rumah –baik keluarga Asfiah dan Tumadi selamat dan tidak ada satu pun yang mengalami luka-luka.
“Sedangkan estimasi kerugian materi yang ditimbulkan akibat peristiwa kebakaran ini mencapai puluhan juta rupiah,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





