Ade Armando menegaskan bahwa tidak masalah jika banyak pihak yang mengkritiknya. Sebab, menurutnya, yang jelas Yogyakarta menerapkan politik dinasti yang sebenarnya.
“Yogyakarta menjadi istimewa karena aturan yang ada. Sultan menjadi gubernur karena keberadaan undang-undang yang mengaturnya. Itulah politik dinasti sejati. Jadi, jika BEM ingin menentang politik dinasti, mereka harus berani mengkritik politik dinasti di DIY,” pungkasnya. (*)




