Jateng

Kronologi Tragedi Sungai di Kendal: Empat Terseret Arus, Dua Korban Tewas

×

Kronologi Tragedi Sungai di Kendal: Empat Terseret Arus, Dua Korban Tewas

Sebarkan artikel ini
Konten Kreator Demak Meninggal | Sungai Lak | Mahasiswa UIN Walisongo | Jembatan Jurug | balita mranggen | RSJD Solo | Ilustrasi orang hanyut atau tenggelam. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi orang hanyut atau tenggelam. (Foto: Pexels/Pixabay)

KENDAL, beritajateng.tv – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Sungai Lak Pantai Indah Kemangi (PIK), Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, pada Minggu 16 November 2025 siang.

Empat orang terseret arus sungai, yang melibatkan tiga bocah berusia belasan tahun dan satu orang dewasa.

Tragisnya, dua korban ditemukan meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil diselamatkan meski dalam kondisi lemas.

Kapolres Kendal, AKBP Hendry Sianipar Susanto, mengungkapkan bahwa insiden ini terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Awalnya, tujuh anak-anak yang masih berusia 11 tahun dari SDN Rejosari, Kecamatan Kangkung, sedang bermain air di sungai.

BACA JUGA: Kecelakaan Air Terjadi Lagi di Kendal, 2 Orang Tewas Terseret Arus Sungai Lak Pantai Indah Kemangi

Tiga dari mereka – Farzansyah Fadil Rahmadani, Yuda Candra Nata, dan Akbar Dava Pratama – terjun ke dalam air dan terseret arus yang kuat.

“Dua orang yang berhasil diselamatkan adalah Daffa dan Fadil. Namun, satu orang anak dan satu orang dewasa, yaitu Mastur, di temukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar AKBP Hendry.

Mastur, seorang dewasa yang melihat kejadian tersebut, langsung berusaha menyelamatkan para korban.

Ia berhasil menarik Daffa dan Fadil ke tempat yang lebih aman. Namun, saat ia mencoba menolong Yuda, Mastur justru ikut terseret arus sungai.

“Setelah berhasil menyelamatkan Daffa dan Fadil, Mastur mencoba menyelamatkan Yuda. Namun, dia tidak dapat bertahan dan ikut terseret arus,” tambah Hendry.

Tim SAR gabungan yang datang ke lokasi segera melakukan pencarian.

Daffa dan Fadil yang berhasil diselamatkan dalam kondisi lemas langsung dibawa ke RS PKU Aisyiyah, Truko, untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun, Yuda, yang mana dalam keadaan tak sadarkan diri, tidak dapat tim SAR selamatkan meski sempat di berikan pertolongan pertama. “Kondisi Yuda sudah tidak tertolong saat di temukan,” jelas Hendry.

Tak lama setelah itu, Mastur di temukan sekitar 10 meter dari lokasi kejadian oleh tim SAR gabungan. Meski tim berusaha melakukan penyelamatan, nyawanya tak selamat.

BACA JUGA: Geger Temuan Warga Kendal Tewas Tergantung-Dada Tertancap Pisau: Air Selokan Berwarna Merah

Peristiwa tragis ini menambah daftar panjang kecelakaan akibat arus sungai yang kuat di kawasan tersebut.

Pihak berwajib mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak bermain di dekat sungai atau aliran air yang berbahaya, terutama saat cuaca tidak menentu.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar perairan. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp