SEMARANG, beritajateng.tv – Timnas Indonesia berhasil melangkah ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia setelah mengakhiri babak ketiga di peringkat keempat Grup C dengan koleksi 12 poin dari 10 laga. Sebuah pencapaian yang patut dibanggakan.
Dalam babak keempat ini, enam tim – Indonesia, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Oman – akan bersaing dengan sistem round-robin sentralisasi. Artinya, tiap tim hanya akan menjalani dua pertandingan di ajang ini.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini cukup singkat, tapi intensitasnya tinggi. Dua matchday mereka akan berlangsung dalam tiga gelombang pada 8, 11, dan 14 Oktober 2025.
BACA JUGA: Siapkan Diri Hadapi Liga 2, PSIS Semarang Segera Cari Kandidat Pelatih Lokal Anyar
Tuan Rumah Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Undian Grup
AFC telah menunjuk Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah babak final ini dengan jadwal dan lokasi undian berlangsung di Kuala Lumpur pada 17 Juli 2025.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 tersebar dalam dua grup. Tiga tim di setiap grup akan berjuang untuk dua tiket tersisa ke Piala Dunia 2026.
Juara grup mendapatkan tiket langsung, sedangkan runner-up masih punya kesempatan melalui playoff antar-konfederasi.
Lawan-lawan Berat, Pelatih Anyar
AFC mengenalkan enam pelatih papan atas dalam babak ini: dari Julen Lopetegui (Qatar), Herve Renard (Arab Saudi), Cosmin Olaroiu (UEA), Graham Arnold (Irak), Rashid Jaber (Oman), hingga Patrick Kluivert (Indonesia). Ini jadi duel taktik yang menarik, apalagi Kluivert baru menjalani beberapa laga bersama Garuda catatannya pun belum stabil (2 menang, 2 kalah).
BACA JUGA: Puluhan Cabor di Blora Tolak Permenpora Nomor 14/2024, Minta Kembalikan KONI Seperti Sediakala
Head-to-Head, Suasana “Adu Rekor”
Timnas Indonesia punya catatan yang menarik melawan calon lawannya:
-
Qatar: dari 9 pertemuan, Garuda hanya menang sekali.
-
Arab Saudi: sedikit lebih baik—1 kali menang, 2 imbang, 11 kalah.
-
Irak: beban berat; 0 kemenangan, 1 imbang, 8 kekalahan.
-
UEA: dua kemenangan dalam 6 laga, tapi kalah 4 kali.
-
Oman: pernah unggul dua kali, tapi tiga kalah, satu imbang dari 6 laga .
Momentum dan Tantangan
Babak ketiga kemarin terasa penting dalam proses Garuda. Pada matchday 9 dan 10, Indonesia sempat menahan Jepang dan menumbangkan Bahrain, lalu memastikan tiket babak keempat dengan kemenangan atas China. Meski posisi empat hanya membawa mereka ke babak keempat, kemenangan itu menjadi batu loncatan untuk percaya diri.
Namun, babak berikutnya bukan tanpa tantangan. Skuad Indonesia harus menghadapi skuat bertabur bintang hasil didikan Lopetegui, Renard, dan Arnold. Pertandingan ini akan jadi duel strategi yang cukup menuntut.
Proyeksi dan Harapan
Sebelum undian bulan Juli mendatang, para pelatih dan staf pelatih masih punya waktu untuk memoles skema ideal. Optimalkan formasi, baca taktik lawan, dan jaga kondisi pemain di puncak performa.
Menjadi tuan rumah tentu ideal, tapi Indonesia mesti jalani laga di kawasan Gulf – atau bahkan Qatar atau Arab Saudi – yang artinya penggemar Garuda harus siap melakukan perjalanan jauh.
Jika Garuda lolos sebagai juara grup, Indonesia akan melenggang langsung ke Amerika Utara 2026. Namun, apabila finish runner-up, perjuangan masih panjang melalui jalur playoff.
Langkah ke babak keempat adalah momen bersejarah. Garuda membutuhkan mental baja, disiplin taktik, dan keberanian mencetak gol dalam atmosfer menantang.
Pada matchday 8–14 Oktober 2025 mendatang, semua mata akan tertuju pada persiapan Timnas Indonesia. Mari kita beri dukungan penuh dan semoga Garuda terbang tinggi di panggung sepak bola dunia! (*).





