SEMARANG, beritajateng.tv – Anami Films kembali menghadirkan karya horor terbaru berjudul Labinak: Mereka Ada di Sini.
Film garapan sutradara Azhar Kinoi Lubis ini menawarkan pengalaman menegangkan dengan tema yang jarang ada dalam perfilman Indonesia. Yakni ritual kanibalisme sebagai jalan menuju keabadian.
Film dengan produser Prakash Chugani, Deepak Chugani, dan Dilip Chugani ini menghadirkan deretan aktor papan atas. Seperti Raihaanun, Arifin Putra, Giulio Parengkuan, Nayla Purnama, Chantiq Schagerl, Jenny Zhang, Aimee Saras, hingga Ivanka Suwandi.
Kisah Labinak: Mereka Ada di Sini berfokus pada Najwa (Raihaanun), seorang guru honorer yang hidup sederhana di desa bersama putrinya, Yanti (Nayla Purnama).
BACA JUGA: Deretan Film Indonesia Agustus 2025, Genre Horor hingga Slice of Life
Hidup mereka berubah ketika seorang perempuan dari Yayasan Payung Emas, Diana (Jenny Zhang), menawarkan pekerjaan dan fasilitas pendidikan lebih baik di kota.
Awalnya, semua tampak ideal. Namun perlahan, kehidupan Najwa penuh teror dari makhluk gaib di rumah maupun di sekolah barunya.
Sementara itu, keluarga kaya pemilik yayasan, Lucius (Arifin Putra), ternyata menyimpan rahasia gelap: sebuah ritual kanibalisme sekte Bhairawa.
Najwa dan anaknya, ia persiapkan sebagai tumbal dalam tradisi mengerikan tersebut. Visual Horor Segar: Dari Pocong “Malu” hingga Ritual Berdarah.
Azhar Kinoi Lubis menegaskan bahwa film ini menghadirkan horor dengan sentuhan berbeda.
“Kami menciptakan tampilan hantu baru, seperti pocong yang ‘malu’. Ada juga tubuh yang tercabik, organ yang di ikat kain, hingga potongan tubuh jadi santapan,” jelas Kinoi.
Selain kengerian visual, sutradara juga menghadirkan koreografi ritual yang memadukan gerakan tubuh dan lantunan mantra. Sehingga suasana menjadi lebih sakral dan menegangkan.
Produser Dilip Chugani menekankan bahwa film ini bukan sekadar tontonan horor penuh darah, tetapi juga membawa pesan penting.
“Kami ingin menghadirkan cerita yang universal namun relevan, menyinggung isu keserakahan, eksploitasi, dan ketimpangan sosial,” ujarnya.
Hal ini makin seru dengan hadirnya peran Najwa yang menjadi sosok Raihaanun. Ia menggambarkan sosok ibu tunggal yang berjuang demi masa depan anaknya, meski harus menghadapi sisi tergelap manusia.
“Najwa adalah guru fisika yang percaya pada logika, namun hidupnya berubah ketika di teror makhluk tak kasat mata. Karakter ini mencerminkan pengorbanan seorang ibu, sekaligus membuka diskusi tentang kesenjangan sosial,” kata Raihaanun.
Film horor Labinak: Mereka Ada di Sini akan menampilkan teror psikologis tentang kanibalisme yang menjadi cerminan kehidupan sosial saat ini. Film ini bakal tayang mulai 21 Agustus 2025 di bioskop Indonesia. (*)
Editor: Elly Amaliyah





