SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto meminta pihak terkait menyiapkan langkah antisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Lebaran. Bambang berharap kenaikan harga kebutuhan pokok tak terlalu tinggi sehingga tetap terjangkau daya beli masyarakat.
Politisi yang akrab dengan panggilan Bambang Kribo ini mengungkapkan, Ramadhan dan Idul Fitri merupakan momen peningkatan perekonomian. Konsumsi masyarakat akan meningkat sehingga permintaan akan kebutuhan pokok juga naik. Secara hukum ekonomi, banyaknya permintaan akan membuat harga barang melonjak. Namun Bambang berharap naiknya daya beli masyarakat tersebut tak membuat harga kebutuhan pokok naik terlampau tinggi.
BACA JUGA: [Video] Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik Jelang Ramadhan
“Harga naik karena permintaan juga naik. Yang sebelumnya nggak perlu sekarang banyak orang mencari. Harapannya kenaikan harga tak terlalu tinggi. Ini butuh langkah dari pemerintah untuk mengantisipasi,” ujarnya, Jumat 31 Maret 2023.
Saat ini, lanjutnya, sejumlah komoditas seperti beras dan telur harganya naik. Masyarakat banyak mencari dua komoditas tersebut karena menjadi kebutuhan utama. Bahkan naiknya harga beras menjadi salah satu faktor penyebab inflasi. Meski begitu, Bambang menilai kenaikan harga masih dalam taraf wajar.
“Harganya naik sedikit dan masih cukup stabil. Perlu ada kebijakan pemerintah agar kenaikan harga tak terlalu fluktuatif,” paparnya.
BACA JUGA: Dinas Perdagangan Minta Pedagang Tak Termakan Isu untuk Naikkan Harga Kebutuhan Pokok
Ia mengungkapkan, pemerintah perlu memantau harga kebutuhan pokok setiap hari. Guna menekan kenaikan harga, operasi pasar perlu terus berjalan. Selain itu, langkah yang perlu ditempuh adalah mengawasi ketat jalur distribusi kebutuhan pokok. Pengawasan tersebut dibutuhkan agar jalur distribusi lancar dan tak terjadi kelangkaan stok.
Stok Kebutuhan Pokok Cukup
Dari data yang didapatkan, stok kebutuhan pokok di Jateng mencukupi untuk konsumsi Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Terlebih Jawa Tengah merupakan daerah penghasil beras nomor 2 di Indonesia. Stok beras di Jateng dinyatakan surplus dan bisa memasok beras ke provinsi lain. Terlebih saat ini telah memasuki masa panen raya sehingga tak perlu mengimpor beras.
Bambang berharap Badan Urusan Logistik (Bulog) bisa bekerja optimal menyerap beras dari petani. Terlebih jika Bulog menjadi satu-satunya pengelola beras, maka harga beras akan lebih mudah terkontrol.
BACA JUGA: Harga Daging Ayam Potong Tembus Rp 35 Ribu di Pekan Pertama Ramadhan
Harga beras kualitas medium saat ini idealnya Rp 9.450 per kilogram. Sedangkan beras premium harga idealnya Rp 12.800 per kilogram. Harga tersebut dapat terkendali jika stok beras tak kurang dan distribusinya tidak tersendat.
“Secara kebutuhan untuk Jateng stoknya cukup dan malah surplus. Jadi tinggal mengontrol kenaikan harga agar naiknya tidak terlalu tinggi dan memberatkan masyarakat,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.
Lebih lanjut Bambang Kusriyanto berharap masyarakat tak membeli kebutuhan pokok secara berlebihan. Sebab kekhawatiran kenaikan harga akan menimbulkan panic buying yang dapat mengakibatkan stok barang langka.
“Saat mendekati Idul Fitri ini kadang ada persepsi harus stok dulu, beli dulu, nanti harga naik. Ini lalu memicu masyarakat memborong kebutuhan pokok. Yang seperti ini jangan sampai terjadi. Hendaknya beli secukupnya saja sesuai kebutuhan,” tandasnya. (adv)
Editor: Ricky Fitriyanto





