Asisten pelatih Samator, Sigit Ari Widodo, mengakui perbedaan kekuatan tim dalam laga tersebut.
“Kami akui materi pemain hari ini memang masih di bawah LavAni. Tapi anak-anak tetap berusaha maksimal dengan mayoritas pemain binaan,” ujarnya usai pertandingan.
Ia menambahkan timnya tetap menunjukkan semangat juang tinggi meski dalam kondisi tidak ideal.
“Kami tetap fight, meskipun komposisi tim belum lengkap,” tegasnya.
Sementara itu, asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, mengatakan strategi rotasi menjadi bagian penting dalam menjaga performa tim.
“Di awal kami turunkan pemain inti, lalu set berikutnya kami coba rotasi. Semua pemain siap dan bisa menjaga permainan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kondisi pemain asing yang tetap mampu tampil optimal.
“Grozer sempat mengeluhkan kondisi panas, tapi secara keseluruhan mereka tetap bisa tampil maksimal dan fight,” tambahnya.
Dengan hasil ini, LavAni mencatatkan lima kemenangan beruntun di Final Four Proliga 2026.
Mereka kini hanya membutuhkan satu kemenangan atas Jakarta Bhayangkara Presisi pada laga penentuan untuk mengunci gelar juara putaran kedua.
Jika mampu mempertahankan konsistensi, LavAni bukan hanya sekadar kandidat kuat, tetapi juga tim yang paling siap mengangkat trofi musim ini. (*)
Editor: Elly Amaliyah





