SEMARANG, beritajateng.tv – Hari ini, para siswa baru berbagai jenjang di Kota Semarang sudah mulai masuk sekolah. Selalu ada pemandangan menggelitik di hari pertama tahun ajaran baru, seperti halnya di TK Negeri Pembina.
Puluhan siswa baru terlihat mulai beradaptasi. Ada yang bersemangat, tapi ada pula yang masih mengantuk serta menangis tak mau jauh-jauh dari orang tuanya.
Cara menangisnya pun bermacam-macam. Mulai dari menangis biasa, memeluk kaki ibunya, hingga berguling-guling di lantai pun menjadi pemandangan yang biasa.
Kepala TK Negeri Pembina, Sri Mulyani, menyampaikan, siswa baru menangis di hari pertama sekolah adalah hal biasa. Bahkan, ia mengibaratkan suasana hari pertama di TK layaknya suasana di posyandu.
BACA JUGA: Hari Pertama Masuk Sekolah, Ini Kumpulan Contoh Ucapan Selamat Datang Siswa Baru di MPLS 2024
Sehingga, para guru harus memutar otak demi menarik perhatian siswa. Mulai dari bernyanyi, berjoget, hingga memberikan balon pun mereka lakoni.
“Kalau menangani anak yang menangis, kami sudah biasa. Insyaallah hanya sehari ini mereka akan menangis,” ucapnya kepada beritajateng.tv, Senin, 22 Juli 2024.
Yani, sapaannya, menyebut siswa baru menangis di hari pertama TK adalah hal yang wajar. Sebab, mereka masih belum terbiasa dengan lingkungan sekolah. Serta, tak jarang beberapa anak menemui kendala dalam proses adaptasi tersebut.
Sekolah libatkan orang tua dalam proses adaptasi siswa baru
Yani memperkirakaan siswa baru membutuhkan waktu hingga 2 minggu lamanya dalam beradaptasi. Oleh karenanya, ia memperbolehkan orang tua untuk menemani sang anak di hari pertama ini.
“Untuk hari ini anak-anak boleh sama orang tuanya, tapi besok pagi sudah sedikit kami lepas sehingga anak-anak akan terbiasa mandiri,” sambung Yuni.
Antusias hari pertama sekolah tak hanya dirasakan oleh siswa dan guru, melainkan juga orang tua. Novianto mengaku rela izin bekerja demi meluangkan waktu menemani anaknya di hari pertama sekolah.
BACA JUGA: Hari Pertama Masuk Sekolah, Ini Contoh Susunan Acara Pembukaan MPLS 2024
Ia menyebut, anaknya sempat menangis tak mau sekolah. Ia bahkan sampai mengajak istrinya untuk ikut ke sekolah demi menenangkan sang buah hati.
“Rewel iya, nangis iya. Enggak mau berangkat sekolah, masih pengenalan dengan teman-teman yang lain. Tapi kami bujuk terus dan ada mamanya juga,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





