SEMARANG, beritajateng.tv – Kawasan Kota Lama Semarang padat wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sejumlah titik ikonik tampak ramai pengunjung, mulai dari Taman Sri Gunting hingga bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.
Pengunjung terlihat menikmati suasana dengan berjalan santai, berfoto, hingga mengagumi deretan bangunan tua peninggalan masa kolonial.
Keramaian tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah di luar Kota Semarang.
Salah satunya Putri, wisatawan asal Temanggung, Jawa Tengah. Perempuan berusia 25 tahun itu datang bersama tiga rekannya untuk menghabiskan libur panjang Nataru.
Kota Lama Semarang menjadi destinasi utama mereka saat tiba di ibu kota Jawa Tengah.
“Kami dari Temanggung memang ingin lihat Kota Lama. Mumpung libur panjang ya,” ujar Putri saat beritajateng.tv temui di kawasan Kota Lama Semarang pada Sabtu, 27 Desember 2025.
BACA JUGA: WARA: Ketika Anak Muda “Meworo-Woro” Lewat Seni, Menggugah Kota Lama Semarang
Menurutnya, kawasan bersejarah ini memiliki daya tarik tersendiri melalui bangunan-bangunan lama yang sarat nilai sejarah.
“Kalau Temanggung kan lebih ke wisata alam, pemandangan pegunungan gitu ya. Kesini ingin lihat gedung-gedung sama bangunan lama yang bersejarah,” ungkapnya.
Selama berkeliling, Putri dan teman-temannya menyempatkan diri berfoto di sejumlah lokasi favorit, seperti Gedung Marba, Taman Sri Gunting, dan Gereja Blenduk.
“Paling senang foto di depan Marba ini yang [gedung] merah. Khas bangunan lama banget,” katanya.
Ketiga lokasi tersebut tampak dipadati wisatawan yang bergantian berfoto dengan latar bangunan ikonik. Sebagian pengunjung membawa kamera profesional, sementara lainnya mengabadikan momen menggunakan ponsel.
Berbeda dengan Rini yang datang dari Yogyakarta. Menurutnya, wisata Kota Lama Semarang perlu ditata agar lebih bagus.
“Beda ya dengan Yogyakarta. Gimana ya, bagus tapi lebih tertata di Yogyakarta,” kata Rini.
Namun, ia tak memungkiri bahwa Kota Lama Semarang memiliki keunikan pada bangunan-bangunan tua bersejarah.
Rini datang bersama adiknya, Budi yang merupakan warga Semarang. Budi mengungkapkan bahwa Kota Lama saat musim liburan terlihat berbeda.
“Saya asli sini [Semarang], ngajak kakak jalan-jalan ke Kota Lama. Beda dari biasanya karena ada pohon natal dan ini lebih ramai,” ujar Budi.
Sementara itu, secara terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Muhammad Masrofi, menargetkan kunjungan wisatawan selama periode Nataru mencapai 6 hingga 12 juta orang.
“Target pengunjung kita sekitar 12 juta. Estimasinya antara 6 sampai 12 juta wisatawan selama Nataru,” ujar Masrofi.
Berdasarkan data Disporapar, Kota Semarang tercatat sebagai daerah tujuan wisata paling diminati dengan total kunjungan mencapai 7,17 juta wisatawan sepanjang 2025.
BACA JUGA: Pantura Jateng Masuk Zona Kritis, WALHI: Kota Lama Semarang Bisa Jadi Laut pada 2045
Tingginya angka tersebut didorong oleh keberadaan destinasi unggulan seperti Kota Lama Semarang, Pantai Marina, dan Masjid Agung Jawa Tengah.
“Kunjungan itu merupakan akumulasi wisatawan dari berbagai moda transportasi, baik bandara, pelabuhan, maupun stasiun kereta api,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





