SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang memastikan layanan air bersih tetap berjalan aman dan andal.
Perusahaan pelat merah milik Pemerintah Kota Semarang ini menyiapkan pasokan air dan personel guna mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan selama masa libur akhir tahun.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Umum PDAM Tirta Moedal, Yulianto Prabowo, menyatakan kesiapan perusahaan dalam menghadapi lonjakan konsumsi air. Khususnya di wilayah perkotaan dan kawasan yang menjadi pusat aktivitas pariwisata.
“Secara umum kondisi pasokan air aman. Kesiapan personel juga terjaga. Sehingga tidak ada kendala berarti dalam pelayanan air bersih selama Natal dan Tahun Baru,” ujar Yulianto.
Menurutnya, peningkatan konsumsi air saat momen Natal dan Tahun Baru biasanya terjadi pada sektor non-domestik, terutama hotel dan kawasan komersial. Namun, lonjakan tersebut dinilai tidak terlalu signifikan.
“Libur Nataru relatif singkat, sekitar satu minggu. Tingkat hunian hotel di Semarang memang sudah tinggi, bahkan di atas 80 persen, sehingga tambahan kebutuhan air tidak melonjak drastis,” jelasnya.
BACA JUGA: Lampaui Target 2025, PDAM Tirta Moedal Semarang Bidik 9.500 Sambungan Baru di 2026
Di tengah upaya menjaga keandalan layanan, PDAM Tirta Moedal juga terus menggenjot perluasan layanan kepada masyarakat.
Sepanjang 2025, perusahaan berhasil memenuhi target penambahan sambungan pelanggan baru sebanyak 9.500, bahkan hampir menembus angka 10 ribu pelanggan.
“Saat ini jumlah pelanggan kami sekitar 202 ribu sambungan. Target 2025 tercapai dan bahkan over target berkat dukungan program Inpres. Pada 2026, kami kembali menargetkan penambahan 9.500 pelanggan baru, termasuk sekitar 2.200 sambungan dari proyek Inpres,” kata Yulianto.
Selain memperluas cakupan layanan, PDAM Tirta Moedal juga menargetkan peningkatan pemakaian air rata-rata pelanggan sebesar 2 persen per tahun. Upaya tersebut dengan mengoptimalkan segmen pelanggan premium, khususnya dari sektor industri dan bisnis.
Saat ini, komposisi pelanggan PDAM masih dominan sektor domestik yang mencapai 92 persen, sementara pelanggan non-domestik baru sekitar 8 persen.
Ke depan, PDAM berharap semakin banyak pelaku usaha dan industri yang beralih dari penggunaan air bawah tanah ke layanan air perpipaan.
“Kami mendorong industri dan pelaku bisnis untuk menggunakan air PDAM. Selain lebih terkontrol kualitasnya, hal ini juga membantu menjaga kelestarian air tanah,” ujarnya.
Terkait gangguan distribusi air yang sempat terjadi di sejumlah wilayah seperti Sendangmulyo dan sekitarnya. Yulianto menjelaskan kondisi tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang memengaruhi operasional Instalasi Pengolahan Air Pucang Gading.
“Saat hujan deras dengan tingkat kekeruhan tinggi, instalasi pengolahan air harus dihentikan sementara. Kami menyuplai dari IPA Kudu, meskipun belum bisa mencakup seluruh wilayah, sehingga sempat terjadi penggiliran aliran,” katanya.
Meski demikian, Yulianto memastikan distribusi air akan kembali normal ketika kondisi cuaca membaik. Layanan air bersih akan kembali mengalir selama 24 jam, sementara penggiliran hanya saat hujan deras berlangsung secara beruntun dan berupaya tidak berlangsung lama. (*)
Editor: Elly Amaliyah





