Pelatih Indonesia, Gerald Vanenburg, bereksperimen dengan formasi 3-4-3 yang belum terbiasa dipakai dan justru menuai kritik. Ia menyoroti bahwa timnya kurang agresif dalam mengirim bola panjang ke kotak penalti.
Sementara itu, lini tengah belum mampu mendominasi. Vietnam memanfaatkan situasi dengan pertahanan rapat dan mental yang kuat, tanpa mengandalkan satu bintang, tetapi kebersamaan tim sebagai kunci kemenangan. Kemenangan di markas rival memperlihatkan mentalitas tinggi dan konsistensi performa sepanjang turnamen.
Setelah live final Indonesia Vs Vietnam, Garuda Muda harus mengevaluasi efektivitas finishing dan keberanian taktik jika ingin keluar sebagai juara di kandang sendiri. (*)





