Sejumlah daerah mengalami lonjakan signifikan, di antaranya Klaten dengan kenaikan 28,41 persen, Wonogiri 27,93 persen, Magelang 23,55 persen, Kota Semarang 23,45 persen, serta Gunung Kidul 21,83 persen. Puncak trafik di wilayah tersebut tercatat terjadi pada 1 Januari 2026.
Meningkatnya konsumsi data juga sejalan dengan melonjaknya penggunaan aplikasi digital. Lima platform dengan trafik tertinggi selama periode Nataru adalah TikTok, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan YouTube.
Aktivitas ini di dukung oleh kekuatan infrastruktur Indosat yang kini mengoperasikan lebih dari 208.000 BTS 4G dan BTS 5G, dengan total BTS 5G mencapai 1.404 titik di seluruh Indonesia. Jumlah BTS 4G juga tumbuh 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah terpencil.
Komitmen Pemulihan Konektivitas di Wilayah Bencana
Tidak hanya fokus pada masa liburan, Indosat juga melanjutkan komitmennya dalam pemulihan konektivitas di wilayah terdampak bencana.
Di Provinsi Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatra, Indosat terus mempercepat pemulihan jaringan pascabencana. Hingga saat ini, tingkat pemulihan layanan di Aceh telah mencapai 97,5 persen.
“Konektivitas menjadi elemen krusial bagi masyarakat, terutama dalam masa pemulihan. Kami hadir sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan, memastikan akses komunikasi tetap terjaga,” jelas Desmond.
Selain memperkuat infrastruktur, Indosat menambah personel teknis di lokasi terdampak, baik dari internal perusahaan maupun mitra ekosistem.
Koordinasi intensif juga dilakukan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, BNPB, serta pemerintah daerah untuk memastikan kelancaran pasokan bahan bakar dan akses ke wilayah yang sempat terisolasi.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan, Indosat menempatkan tim siaga di berbagai titik vital seperti bandara, terminal, stasiun, rumah sakit, dan area pengungsian.
Posko Pemantauan atau Command Center juga terus beroperasi secara terpusat di Jakarta, Medan, dan Aceh guna mendukung kerja tim lapangan. (*)
Editor: Elly Amaliyah





