Karena itu, Kota Semarang tidak hanya mengandalkan keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Tetapi juga berupaya menjaga fokus dan disiplin permainan sejak menit pertama.
Selain menghadapi lawan-lawan tangguh, tim sepak bola Kota Semarang juga harus menyiasati jadwal pertandingan yang padat. Seluruh peserta bakal bertanding setiap hari selama babak penyisihan grup, sehingga kebugaran pemain menjadi salah satu faktor penting.
Dhofir menyadari, memainkan pemain yang sama selama 90 menit dalam pertandingan berturut-turut berisiko menguras stamina dan meningkatkan potensi cedera.
Oleh sebab itu, rotasi pemain telah disiapkan untuk menjaga kondisi tim tetap prima sepanjang turnamen.
“Semua pemain harus siap saling mengisi dengan jadwal yang sangat padat. Tidak mungkin dalam tiga hari berturut-turut harus bermain selama 90 menit. Kondisi ini harus di sikapi dengan melakukan rotasi pemain untuk menghindari cedera juga,” ungkap mantan pelatih PSIS Semarang tersebut.
Ia menegaskan, setiap pemain memiliki peran penting dalam perjuangan Kota Semarang di Porprov Jateng XVII 2026.
Tidak ada pemain yang hanya memposisikan sebagai pelapis karena seluruh anggota skuad harus siap di turunkan sesuai kebutuhan pertandingan.
“Saya sudah memprediksi situasi ini sejak awal. Karena itu, kami mempersiapkan tim semaksimal mungkin. Kami tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga mental. Selain bermain tiga hari berturut-turut, lawan yang berhadapan juga kuat sehingga membutuhkan kesiapan ekstra,” tandasnya.
Dengan persiapan fisik, mental, dan strategi rotasi yang telah di rancang, Kota Semarang berharap mampu melewati tantangan Grup A dan menjaga peluang meraih medali emas Porprov Jawa Tengah XVII 2026.
Laga melawan Demak akan menjadi ujian pertama bagi skuad M Dhofir dalam mewujudkan target tersebut. (*)





