SEMARANG, beritajateng.tv – Upaya peninjauan kembali (PK) yang diajukan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko terhadap SK Menkumham tentang kepengurusan Partai Demokrat ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) pada Kamis, 10 Agustus 2023 lalu.
Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, Rinto Subekti mengaku bersyukur atas keputusan MA. Baginya, penolakan PK Moeldoko itu merupakan hal yang tepat. Ia menyebut, Partai Demokrat harus berjalan sesuai koridornya.
“Ya, kita bersyukur, tentunya ini keputusan tepat. Kita berharap apa yang menjadi koridor sesuai dengan yang punya harapan, Partai Demokrat benar-benar dipimpin Mas AHY,” ujar Rinto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat sore, 11 Agustus 2023.
Alih-alih menyimpan dendam, Rinto menilai keputusan MA ini dapat menjadi pemicu semangat bagi kader-kadernya di Jateng untuk memenangkan partai yang berdiri tahun 2001 silam itu.
“Justru ini menjadi pemicu semangat untuk seluruh kader Partai Demokrat khususnya di Jateng agar lebih intensif melakukan pergerakan pemenangan Pemilu di tahun 2024,” sambungnya.
BACA JUGA: Komentari Gimik Politik Serba Jokowi, Deputi Bappilu DPP Demokrat: Apa yang Orisinal dari Ganjar?
Ia menegaskan, seluruh kader Demokrat Jateng tetap solid mendukung AHY sebagai Ketua Umum. Tak ada satu pun yang berpikir memilih Moeldoko untuk memimpin partai mereka.
“Kalau kader dan pengurus semua tetap solid. Semua berada di belakang Pak AHY dan SBY, tidak ada satu pun DPC, PAC, maupun seluruh caleg yang berpikir akan Moeldoko. Semua, kita solid untuk Mas AHY dan Pak SBY,” tegas Rinto.
Disinggung soal apakah keputusan MA ini merupakan hal spesial bagi partainya, Rinto menyanggahnya. Pasalnya, bagi Rinto semua pasti mengetahui jika Moeldoko sendiri bahkan tak tergabung sebagai kader Demokrat.
“Sebenarnya tidak ada yang spesial, karena ini kita tahu bahwasanya Pak Moeldoko itu sama-sama kita bisa nilailah, ya, dia tidak punya hak. Dia juga bukan kader Demokrat,” beber Rinto.
PK Moeldoko ialah hak Partai Demokrat
Tak hanya itu, Rinto juga menyinggung apa yang Moledoko lakukan ini sangat tidak etis sebagai seorang Purnawirawan. Rinto menegaskan, penolakan PK Moeldoko ini memang hak Partai Demokrat yang tetap menyokong AHY sebagai Ketum.
“Tahu-tahu (Moeldoko) melakukan sesuatu yang tidak etislah sebagai kesatria Purnawirawan. Tentunya ini menjadi, buat kami bukan yang spesial. Memang ini haknya kami di Partai Demokrat, haknya Mas AHY sebagai Ketum. Menurut saya kita biasa saja, tetap intens menjalankan roda partai memenangkan Partai Demokrat untuk Pemilu 2024,” tandasnya.
BACA JUGA: Daftarkan 37 Bacaleg, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Semarang: Tahun Ini Target 60 Ribu Lebih Suara
Sebagai informasi, MA menolak PK Moeldoko tepat di hari ulang tahun Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada 10 Agustus 2023 lalu. AHY sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memperjuangkan kedaulatan Partai Demokrat.
“Terima kasih atas kerja kerasnya, sehingga tidak sia-sia Partai Demokrat, alhamdulillah, berhasil memenangkan persidangan 19-0. Kemenangan di tangan kita, alhamdulillah. Terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada. Benar-benar kami mengucapkan terima kasih ini karena tanpa doa dan dukungan dari segenap masyarakat Indonesia, tentu Demokrat tidak bisa berjuang sendirian,” tutur AHY di kantor DPP Partai Demokrat, Jumat, 11 Agustus 2023. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi




