SEMARANG, beritajateng.tv – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) kembali menunjukkan kontribusinya bagi masyarakat lewat program literasi yang berlangsung di Desa Karangpaing. Selama periode 7 Juli hingga 19 Agustus 2025, Tim KKN-T Literasi 170 Kelompok 3 menggerakkan berbagai kegiatan untuk menumbuhkan minat baca sejak dini, menggandeng sekolah, komunitas lokal, dan warga desa.
Sinergi Kampus dan Desa
Program ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia kampus dan masyarakat. Sepuluh mahasiswa lintas jurusan turun langsung membuka layanan perpustakaan desa setiap Senin hingga Jumat pukul 07.00-12.00 WIB.
Mahasiwa KKN ini juga mengadakan kunjungan literasi ke sekolah-sekolah setempat, mulai dari PAUD, TK, RA, SD, hingga MI. Haiqaluthfy, Koordinator Desa KKN Undip, menjelaskan bahwa tujuan mereka bukan sekadar membuka akses buku, tetapi juga membangun budaya literasi yang berkelanjutan.
“Program yang kami jalankan ini ibarat menyalakan obor literasi di Desa Karangpaing. Cahayanya mulai terlihat dari antusiasme anak-anak terhadap dunia baca tulis. Harapan kami, semangat ini terus menyala dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Rangkaian Kegiatan yang Inspiratif
Sejumlah kegiatan literasi bertujuan untuk membuat anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mengolah dan mengekspresikan ide secara kreatif. Di perpustakaan desa, mahasiswa KKN Undip melakukan pendataan koleksi buku dan membuka layanan peminjaman gratis.
Di sekolah, mereka mengadakan sesi baca bersama, diskusi interaktif, hingga lokakarya menulis cerita pendek. Selain itu, ada pula proyek kreatif seperti membuat mind mapping, ilustrasi, atau poster terinspirasi dari isi buku.
Kegiatan ini dirancang agar siswa mampu merancang alur cerita, mengembangkan karakter, dan menggabungkan teks dengan ilustrasi secara sistematis.
BACA JUGA: Mahasiswa KKN-T Literasi Undip Ajak Siswa SD di Desa Ngombak Membaca Nyaring
Menumbuhkan Minat Baca Sejak Usia Dini
Antusiasme siswa berusia 7-15 tahun menjadi bukti bahwa minat baca bisa tumbuh ketika disajikan dengan cara yang menyenangkan. Membaca cerita petualangan, misalnya, membuka imajinasi mereka untuk menjelajahi dunia baru di luar rutinitas harian.
Proses ini juga mengasah kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan visual saat menuangkan ide dalam bentuk cerita bergambar.
Harapan Keberlanjutan Program
Menjelang akhir masa KKN, Tim 170 Desa Karangpaing berharap perpustakaan desa bisa menjadi pusat literasi mandiri. Rencana tindak lanjut mencakup lomba membaca cerita dan pemeliharaan koleksi buku.
Harapannya, Desa Karangpaing mampu mencetak generasi yang gemar membaca, kreatif, dan berpikir kritis.
Kegiatan mahasiswa KKN Undip di Desa Karangpaing membuktikan bahwa gerakan literasi tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga membangun ruang belajar yang hidup, inspiratif, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)
Editor: Andi Naga Wulan.





