“Maudy Ayunda menggambarkan penerusnya Ibu Kartini, karena dia pintar secara akademik dan berprestasi dalam banyak hal,” ujar Farras.
Sementara itu, Cleo mengidolakan Dian Sastro lewat perannya di film Gadis Kretek. “Aku milih Dian Sastro, karena dia berani melawan dan memperjuangkan hak-hak perempuan,” ungkapnya.
Berbeda dengan lainnya, Shinta mengidolakan influencer Rania Yamin sebagai sosok Kartini masa kini. “Saya ngefans banget sama Rania Yamin, menurut saya inspirasi banget buat mendukung peran wanita,” katanya.
BACA JUGA: Hidupkan Warisan Kartini, Hotel Ciputra Semarang Hadirkan Pelayanan dengan Sentuhan Kebaya Anggun
Di momen peringatan Hari Kartini, para Gen Z berharap kesetaraan gender yang jelas agar perempuan bisa bebas berekspresi.
“Harapannya masyarakat Indonesia lebih sadar tentang kesetaraan gender dan perempuan lebih bebas mengeluarkan pikiran,” ucap Jazmine.
Shinta berharap kesetaraan gender di Indonesia semakin nyata. “Kadang masih ada patriarki, jadi semoga perempuan selalu mendapatkan keadilan dan peran Kartini tetap diingat,” katanya.
Sementara Cleo menekankan pentingnya menghapus diskriminasi gender. “Semoga semua perempuan di Indonesia tetap berjuang dan tidak ada diskriminasi, semuanya setara,” ujarnya.
Pesan untuk Diri Sendiri di Hari Kartini
Para pelajar Gen Z juga mengungkapkan pesan dan harapan mereka untuk diri sendiri. Jazmine berharap ia bisa menjadi sosok inspiratif banyak orang.
“Semoga di masa depan bisa menjadi wanita yang baik dan menjadi contoh buat yang lain,” ujarnya.
Sementara Farras menjadikan Hari Kartini sebagai motivasi pribadi. “Semoga ini bisa jadi motivasi untuk saya agar bisa lebih maju, lebih berprestasi, dan mengembangkan diri,” katanya.
Shinta pun memiliki harapan sederhana untuk dirinya. “Semoga sukses, kalau sukses nanti bangga juga” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





