Olahraga

Mantapkan Persiapan sebelum Tempur di PON 2024, Tim Sepatu Roda Jateng Bakal Latihan di China

×

Mantapkan Persiapan sebelum Tempur di PON 2024, Tim Sepatu Roda Jateng Bakal Latihan di China

Sebarkan artikel ini
tim sepatu roda jateng pamitan ke KONI jawa tengah
Tim sepatu roda Jawa Tengah saat pamitan ke KONI Jawa Tengah sebelum berangkat ke China untuk training camp jelang PON 2024. (KONI Jawa Tengah)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tim sepatu roda Jawa Tengah terus melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara yang akan berlangsung pada 9 hingga 20 September mendatang.

Salah satu persiapan final tim sepatu roda Jawa Tengah adalah dengan menggelar training camp ke China. Rombongan akan berangkat pada 30 Agustus 2024 mendatang.

Keberangkatan roller, sebutan pesepatu roda, ke Negeri Tirai Bambu bukan hanya untuk mengasah teknik belaka. Akan tetapi juga untuk adaptasi dengan seluk-beluk venue sepatu roda.

Hal itulah yang diungkapkan oleh Pelatih sepatu roda Jawa Tengah, M Arif Rahman. Ia mengungkapkan, seluruh atlet sepatu roda tidak memiliki cukup waktu untuk menjajal venue di Pantai Pelangi, Pidie, Aceh.

BACA JUGA: Lepas 758 Atlet Berlaga ke PON Aceh-Sumut 2024, Pj Gubernur Targetkan Jawa Tengah Masuk 3 Besar

Oleh karenanya, tim memilih berangkat ke China lantaran lintasan sepatu roda PON nantinya memiliki karakteristik serupa dengan yang ada di China.

“Tak ada pilihan lain, kami akan menjalani training camp ke China. Pada satu sisi anak-anak perlu dipompa mentalnya, kita pun dituntut adaptasi lapangan untuk meraih prestasi terbaik,” kata Arif saat beritajateng.tv temui di Kantor KONI Jateng, Selasa 27 Agustus 2024.

Targetkan medali emas di PON 2024

Arif menuturkan, 12 roller dan 2 pelatih nomor speed akan mengikuti training camp ini. Mereka akan menetap di China hingga 6 September nanti dan langsung terbang menuju Aceh setelahnya.

Adapun soal target di PON, mantan atlet SEA Games dan PON itu menargetkan tim sepatu roda Jawa Tengah mampu merebut medali emas. Mengingat tradisi medali emas sempat terhenti di PON 2021 Papua.

Menurut Arif, DKI Jakarta dan Jawa Timur menjadi lawan paling berbahaya bagi tim Jawa Tengah di PON Aceh-Sumut nanti.

“Kami melihat progres anak-anak bagus. Catatan waktunya pun makin oke. Kondisi ini yang membuat kami optimistis meraih emas,” sambungnya.

Iklim, cuaca, hingga makanan di China mirip di Aceh

Lebih jelas, Sekretaris Porserosi Jawa Tengah Erlangga Ardianza menambahkan, traning camp di China bertujuan agar atlet mampu menguasai lapangan, memantapkan strategi dan taktik, serta menyiapkan mental.

Pasalnya, sampai dengan saat ini, belum ada informasi kapan para peserta boleh latihan resmi mencoba lintasan sepatu roda.

“Kami dari Jawa Tengah mengambil keputusan untuk mencari lapangan yang memiliki karakter mirip dengan di Aceh, sehingga nantinya para atlet sudah siap jika langsung bertanding di venue PON Aceh,” beber Angga.

BACA JUGA: Antisipasi Insiden Serius di PON 2024, Manajer dan Pelatih Jateng Bakal Dilatih Penanganan Pertama

Ia menjelaskan, kondisi di China, tepatnya Suzhou tidak jauh berbeda dengan Aceh. Mulai dari iklim, cuaca, hingga makanan. Bahkan, jarak tempuh Semarang ke Aceh hampir sama dengan jarak tempuh Semarang ke China. Yaitu 6 jam.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Bona Ventura Sulistiana menyampaikan harapan besar terhadap cabor sepatu roda. Bona menilai, cabor sepatu roda mampu mengulang sejarah gemilang di PON 2004 Sumsel.

“Dua puluh tahun lalu kita punya histori bagus di PON. Dengan ditangani para master sepatu roda yang pernah jaya di masanya, kami optimistis sepatu roda bisa menyabet emas PON,” tandas Bona. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp