Ita menegaskan bahwa revitalisasi kota lama Semarang tidak berhenti pada perbaikan bangunan. Ia menyebut PR besar jajarannya saat ini adalah untuk menghidupkan roh dari Kota Lama yakni aktivitas masyarakat di sekitarnya. Baik aktivitas di masa lampau melalui pengenalan nilai sejarah dan juga di masa kini melalui pemberdayaan masyarakat.
“Bagaimana fungsi-fungsi dari kawasan bisa memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Kalau hanya bangunan dan selesai, tetapi tidak ada living heritage, ya percuma. Yang penting adalah pemberdayaan masyarakat, kemudian sejarah tidak hilang, gedung terawat, dan tentunya memberi manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





