Ia menyebut akan membuat perencanaan-perencanaan selain pemenuhan makanan sehat juga sisi edukasi. Muaranya, kata dia, anak-anak ini bisa menjadi lebih percaya diri, berani tampil, harus di dampingi agar menjadi anak-anak yang sehat dan cerdas.
“Ini kan tidak mudah, karena mereka anak anak yang hidup di panti asuhan, tidak punya keluarga yang mendukung. Perlu kita dampingi, karena mereka punya hak untuk menjadi anak yang sehat, cerdas, dan memiliki masa depan gemilang,” terang Mbak Ita.
Berbagi dan Lebih Dekat dengan Anak Panti Asuhan
Sementara itu, Komisaris Yayasan DAIGI, Harry Parathon menyebut kegiatan nyate bareng ini karena kebetulan yayasan DAIGI mendapat jatah dua kambing dari Pemerintah Kota Semarang.
Acara, kata dia, kemudian ia buat menarik dengan mengajak anak-anak panti asuhan nyate bareng Walikota dan permainan atau fun game berhadiah.
Harry mengatakan, tujuan berdirinya yayasan DAIGI dalam rangka mencerdaskan bangsa dengan implementasi berupa perbaikan atau pemenuhan nutrisi anak-anak. Terutama nutrisi bagi anak-anak panti asuhan.
“Kami ingin mereka hidup lebih sehat. Kalau nutrisinya tidak terjaga ya belajarnya tidak akan fokus. Jadi kami lakukan suplementasi gizi secara rutin, dengan pemberian makanan frozen siap saji berupa daging maupun ayam untuk memenuhi protein,” terangnya.
Selama empat tahun berdiri, Yayasan DAIGI telah menyalurkan 45ribu paket frozen food ke 12 panti asuhan di sekitar Kecamatan Gunungpati.
Ia menyebut, pemanfaatan daging hasil kurban dengan cara membuat frozen. Makanan tersebut setiap paketnya bisa dimanfaatkan untuk 10 porsi anak-anak.
Frozen food itu diolah dan dimasak menjadi aneka menu seperti semur, gule, rawon, teriyaki, soto madura, brongkos dan lainnya. “Jadi sudah matang, sudah kita masak, mereka tidak usah ribet, kalau mau makan tinggal hangatkan, dan bisa langsung makan,” katanya.
Tak hanya olahan daging, pihaknya juga mengembangkan menu makanan ayam dan ikan lele untuk pemenuhan gizi anak-anak panti asuhan.
Menurut Harry, dengan inovasi daging kurban frozen ini bisa lebih bertahan lama meskipun pemotongan hewan kurban saat hari tasyrik. Pada tahun ini, total ada enam sapi dan tiga kambing yang ia dapatkan dari sumbangan. Daging potong yang telah melalui proses masak bisa bertahan selama enam bulan kedepan.
“Sebenarnya kalau daging kurban kan setelah kita bagi kemudian sudah selesai, besok atau lusa sudah enggak makan daging lagi. Dengan frozen food ini nanti daging olahan kita bekukan di minus 20-22 derajat, sehingga bisa tersimpan selama enam bulan,” imbuh dia. (*)
Editor: Elly Amaliyah