Mbak Ita mengaku, Satpol PP Kota Semarang justru menemukan tenda yang dimaksud justru berada di wilayah Candi.
“Jika berbicara boleh tidaknya (PKL menaikkan harga tinggi, Red) mereka pasti akan rugi sendiri.Sekali dia sudah seperti itu, kayak contoh di Jogja, akhirnya gak laku. Mereka cuman dapet untung sekali tapi seterusnya gak bakal laku, ” ujar orang nomor satu di Kota Semarang ini.
Ia meminta agar pedagang di Kota Semarang tidak mencari keuntungan dengan cara tak elok. “Tolong lah kalau mau laku dan dapat pelanggan terus menerus ya harga wajar saja. Yang penting malah tingkatkan kualitasnya, rasanya, mereka pasti akan ramai. Contoh kayak Bu Tum, Ayam Pak Supar, yang tetap menjaga kualitas dan rasanya sehingga pelanggan akan terus balik kesini,” terangnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





