Ekbis

Media Luar Ruang Digital Kian Diminati, Semarang Jadi Magnet Baru Industri Periklanan

×

Media Luar Ruang Digital Kian Diminati, Semarang Jadi Magnet Baru Industri Periklanan

Sebarkan artikel ini
Media Luar Ruang Digital Kian Diminati, Semarang Jadi Magnet Baru Industri Periklanan
Spot periklanan melalui media luar ruangan digital (videotron) Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah laju pertumbuhan ekonomi kreatif dan pesatnya transformasi digital, cara perusahaan membangun komunikasi dengan masyarakat ikut berubah.

Jika dahulu media promosi konvensional menjadi pilihan utama, kini pelaku usaha semakin melirik media digital luar ruang atau Digital Out of Home (DOOH) sebagai sarana membangun citra dan menjangkau konsumen secara lebih efektif.

Perubahan tersebut terlihat jelas di berbagai kota besar, termasuk Semarang. Kota yang terus berkembang sebagai pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata di Jawa Tengah itu kini menjadi salah satu pasar potensial bagi industri periklanan digital.

Di berbagai sudut kota, layar LED videotron mulai menjadi bagian dari lanskap perkotaan. Bukan sekadar media promosi, layar-layar digital itu hadir sebagai ruang komunikasi modern yang mampu menyampaikan pesan secara dinamis, menarik, dan mudah masyarakat ingat.

Direktur Media & Investment Wicaksana Indonesia, Putranti Laksitareni, menilai perkembangan teknologi telah mengubah pola komunikasi antara merek dan konsumen.

Menurutnya, perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan media dengan jangkauan luas. Tetapi juga media yang mampu menghadirkan pengalaman visual yang kuat.

“Perusahaan sekarang mencari media yang berada di lokasi strategis dengan tingkat visibilitas tinggi. Media luar ruang digital menjadi salah satu pilihan karena mampu menyampaikan pesan secara lebih fleksibel. Dan menarik daripada media konvensional,” ujar Putranti.

BACA JUGA: Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI, Kota Semarang Siapkan Heritage Tour Religi 

Fenomena tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di Kota Semarang. Pertumbuhan kawasan bisnis, hotel, pusat perbelanjaan, hingga mobilitas masyarakat yang terus meningkat. Menciptakan kebutuhan baru akan media promosi yang mampu menjangkau publik secara masif.

Salah satu titik yang dinilai memiliki potensi besar berada di kawasan Taman Siranda, Jalan Diponegoro, Semarang. Lokasi tersebut menjadi jalur utama yang menghubungkan kawasan pusat kota dengan wilayah Semarang atas dan dilalui ribuan kendaraan setiap harinya.

Bagi pelaku industri periklanan, posisi strategis menjadi faktor utama dalam menentukan efektivitas sebuah media. Putranti menyebut Taman Siranda memiliki kombinasi ideal antara kepadatan lalu lintas dan tingginya aktivitas masyarakat.

“Lokasi Taman Siranda memiliki kekuatan exposure yang sangat tinggi karena berada di koridor utama Kota Semarang. Ini menjadi salah satu titik yang efektif untuk membangun brand awareness maupun menyampaikan pesan kepada masyarakat,” katanya.

Keunggulan lainnya terletak pada posisi videotron yang berada di area persimpangan dan lampu lalu lintas. Saat kendaraan berhenti, perhatian pengendara maupun penumpang cenderung lebih fokus pada tampilan visual yang berada di sekitarnya.

“Ketika kendaraan berhenti cukup lama di lampu merah, peluang pesan yang ditampilkan untuk diperhatikan menjadi jauh lebih besar. Faktor ini yang membuat efektivitas media digital luar ruang semakin optimal,” jelasnya.

Perkembangan kawasan Taman Siranda dalam beberapa tahun terakhir juga ikut mendukung daya tarik lokasi tersebut. Penataan kawasan yang dilakukan melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta telah menghadirkan ruang publik yang lebih tertata, nyaman, dan representatif.

Menurut Putranti, keberhasilan penataan kawasan perkotaan dapat menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara fungsi ruang publik, aktivitas ekonomi, dan kebutuhan komunikasi masyarakat.

“Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha membuktikan bahwa ruang kota bisa berkembang menjadi lebih produktif dan menarik. Kehadiran media digital di kawasan yang sudah tertata tentu memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Videotron Taman Siranda

Saat ini, LED Videotron Taman Siranda berukuran 4 meter x 8 meter dengan format horizontal dan beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 24.00 WIB.

Dengan ratusan slot penayangan setiap hari serta tingkat impresi yang tinggi. Media tersebut menjadi salah satu titik promosi digital yang di perhitungkan di Kota Semarang.

Dengan dukungan keberadaan kawasan perkantoran, pusat pemerintahan, hotel, pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan, dan area bisnis lainnya. Titik ini memiliki potensi besar untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat.

Melihat tren yang terus berkembang, Putranti optimistis industri media digital luar ruang di Semarang akan terus tumbuh seiring meningkatnya investasi dan aktivitas ekonomi di kota ini.

“Semarang memiliki prospek yang sangat baik. Pertumbuhan bisnis, sektor pariwisata, dan investasi menciptakan kebutuhan komunikasi yang semakin besar. Media digital luar ruang akan menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif sekaligus pertumbuhan bisnis di Kota Semarang,” pungkasnya.

Transformasi media luar ruang yang kini berlangsung menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya mengubah cara perusahaan beriklan. Tetapi juga membentuk wajah baru komunikasi publik di ruang-ruang kota.

Di tengah geliat ekonomi yang terus tumbuh, Semarang perlahan menjelma menjadi salah satu panggung penting bagi masa depan industri periklanan digital di Indonesia. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp