Jateng

Melihat Al-Qur’an Raksasa di Masjid Agung Jawa Tengah, Warisan Seni dan Religi dari Wonosobo

×

Melihat Al-Qur’an Raksasa di Masjid Agung Jawa Tengah, Warisan Seni dan Religi dari Wonosobo

Sebarkan artikel ini
Humas Masjid Agung Jawa Tengah Kota Semarang, Benny, menunjukkan Al-Qur’an raksasa yang berada di tengah masjid, Kamis, 13 Maret 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang menyimpan berbagai tradisi dan keunikan. Salah satunya adalah keberadaan Al-Qur’an raksasa.

Mushaf akbar berukuran 145 cm x 95 cm ini terletak di tengah ruang utama masjid dan menjadi daya tarik bagi jemaah maupun wisatawan. Tak sedikit dari mereka yang mengabadikan momen dengan berfoto di depan kitab suci berukuran besar ini.

Humas MAJT, Benny Arief Hidayat, mengungkapkan, mushaf akbar ini merupakan hasil karya tulis tangan dr. Rendi Hayat dan dihibahkan ke Masjid Agung Jawa Tengah.

Setelah diresmikan, mushaf akbar tersebut menjadi salah satu ikon yang memperkaya kearifan lokal di MAJT.

“Mushaf Akbar ini dari khas dari Wonosobo atau Unsiq Wonosobo. Ini tertulis 30 juz semuanya ada di sini,” kata Benny kepada beritajateng.tv, Kamis, 13 Maret 2025.

BACA JUGA: Masjid Agung Jawa Tengah Semarang Siapkan 1.000 Porsi Buka Puasa Cuma-cuma, Tiap Hari Menu Ganti

Benny menjelaskan bahwa mushaf akbar ini ditulis secara manual oleh tim dari Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Wonosobo dengan menggunakan tulisan tangan. Dalam proses pembuatannya, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh dr. Rendi Hayat sebagai penulis.

“Selama pembuatan ini, beliau itu melakukan tirakat, di mana ketika menulis ini dalam keadaan puasa dan suci. Selain itu, menulis Al-Qur’an juga suci dari hadas besar dan kecil,” katanya.

Tak hanya itu, penulis juga menjaga kondisi spiritual dan mentalnya selama proses penulisan.

“Ketika menulis itu pun beliau juga dalam keadaan puasa untuk menjaga secara mental, lahir, maupun batinnya dalam proses menulis,” tambahnya.

Tetap ikuti struktur Al-Qur’an meski berukuran raksasa

Lebih jauh, Benny menuturkan bahwa meski berukuran raksasa, mushaf akbar ini tetap mengikuti struktur Al-Qur’an. Misalnya mushaf Al-Qur’an pojok yang biasa untuk hafalan.

Meski begitu, karena ukurannya yang besar, mushaf akbar ini juga membutuhkan perawatan khusus. Pihak masjid menugaskan tim kebersihan untuk menjaga kelembapan dan suhu di sekitar Al-Qur’an agar tetap terawat dengan baik.

Pembacaan mushaf akbar ini pun tidak berlangsung setiap saat. Melainkan hanya oleh santri yang secara rutin membuka halaman demi halaman setiap harinya.

BACA JUGA: Demi Ikut Semaan Al-Qur’an di Masjid Agung Semarang, Jamaah Rela Bolos Kerja Sebulan Penuh

“Secara tradisi, kami belum melakukan kegiatan yang sifatnya menggunakan mushaf ini secara upacara atau acara tertentu. Yang jelas ini kami pajang sebagai sebuah seni dan juga para santri baca,” ujar Benny.

Selain menjadi nilai religius dan sejarah, mushaf akbar ini ternyata juga menjadi salah daya tarik dari Masjid Agung Jawa Tengah. Benny menyebut, tak sedikit jamaah yang menjadikannya spot foto favorit.

“Ini menjadi salah satu titik spot foto bagi pengunjung maupun jemaah yang berkunjung ke Masjid Agung Jawa Tengah. Selain melihat keunikan dan keindahan Al-Qur’an ini, banyak sekali yang mengabadikannya sebagai kenang-kenangan,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp