Kesehatan

Melonjak di Musim Penghujan, Kasus DBD di Jateng Capai 800 Lebih Selama Pertengahan Januari 2025

×

Melonjak di Musim Penghujan, Kasus DBD di Jateng Capai 800 Lebih Selama Pertengahan Januari 2025

Sebarkan artikel ini
ilustrasi nyamuk DBD Jawa Tengah
Ilustrasi nyamuk. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah puncak musim penghujan, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jawa Tengah mengalami lonjakan selama dua pekan terakhir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Irma Makiah, mengungkap, kasus DBD di Jawa Tengah hingga minggu kedua Januari 2025 menyentuh angka 881. Dari 881 kasus, Irma menyebut 10 orang meninggal dunia.

“Saat ini DBD kasusnya naik, memang. Kita sudah ada 880-an kasus sampai minggu kedua Januari 2025. Cukup tinggi, hampir sama dengan Januari tahun 2024 kemarin,” ungkap Irma kepada beritajateng.tv, Selasa, 28 Januari 2025.

BACA JUGA: Sepanjang 2024 Ada 15.547 Kasus DBD se-Jateng, Dinkes: Pasien Meninggal 244, Mayoritas Anak-anak

Kendati begitu, kata Irma, jumlah kasus DBD pada 2025 memang lebih sedikit ketimbang Januari 2024 lalu.

“Memang lebih sedikit dibanding Januari 2024, dulu mencapai 1098 kasus DBD. Tapi data masih terus berubah, terlebih belum semua wilayah update. Kami berharap kasus DBD bisa terkendali,” sambung Irma.

Purworejo sumbang kasus DBD terbanyak, ada tiga daerah di Jawa Tengah dengan nol kasus

Berdasarkan data yang beritajateng.tv terima pada Selasa, 28 Januari 2025, Purworejo menjadi daerah dengan kasus DBD terbanyak se-Jawa Tengah pada minggu kedua Januari 2025, yakni mencapai 250 kasus yang memakan satu korban jiwa.

Selanjutnya, Grobogan mencapai 95 kasus DBD, tidak disertai dengan orang meninggal. Disusul oleh Klaten sebanyak 52 kasus, tidak disertai dengan orang meninggal. Angka itu mengantarkan Klaten sebagai daerah tertinggi ketiga.

Sementara itu, DBD di Banyumas sebanyak 45 kasus, dengan jumlah satu orang meninggal dunia.

“Di Kabupaten Pekalongan ada 42 kasus, Pemalang 40 kasus, Pati 32 kasus, Kendal 28 kasus, Demak 27 kasus, Karanganyar 26 kasus,  Banjarnegara 25 kasus, Sukoharjo 24 kasus, Sragen 22 kasus, Boyolali 20 kasus, Kebumen 17 kasus, Rembang 17 kasus, Blora 14 kasus, Kota Semarang 11 kasus,” terang Irma.

BACA JUGA: Waspada Ancaman Penyakit di Musim Hujan, dari DBD hingga Leptospirosis

Adapun kasus DBD di bawah 10 ada di daerah Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, Wonosobo, Wonogiri, Kabupaten Semarang, Purbalingga, Kudus, Brebes, dan Batang.

Sementara itu, daerah dengan nol kasus DBD pada pekan kedua Januari 2025 adalah Kota Magelang, Kabupaten Tegal, dan Temanggung.

Selama musim penghujan, Irma mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga daya tahan tubuh. Utamanya memperhatikan konsumsi makanan dan istirahat yang cukup. Tak hanya itu, Irma juga mengingatkan agar masyarakat menjaga lingungkan agar tetap bersih.

“Kalau DBD itu kontrolnya dengan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk, pengendalian vektornya. Bersihkan tempat-tempat perindukan nyamuk seperti ember bekas, barang-barang bekas, pakaian yang habis pakai itu jangan jemur lagi, segera cuci, bak mandi kalau punya sering-sering kuras,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp