Ekbis

Mengapa Gadai Masih Jadi Andalan di Saat Ekonomi Tak Menentu, Begini Penjelasannya

×

Mengapa Gadai Masih Jadi Andalan di Saat Ekonomi Tak Menentu, Begini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Mengapa Gadai Masih Jadi Andalan di Saat Ekonomi Tak Menentu, Begini Penjelasannya
Aktivitas gadai di Pegadaian. (Doc. Pegadaian)

JAKARTA, beritajateng.tv – Ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung membuat banyak masyarakat Indonesia semakin berhati-hati dalam mengelola keuangan.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan akan solusi pendanaan yang cepat, aman, dan mudahnya akses menjadi semakin penting.

Layanan gadai yang Pegadaian sediakan kembali membuktikan perannya sebagai penopang likuiditas masyarakat. Baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pengembangan usaha kecil.

Selama lebih dari 124 tahun, Pegadaian hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai penyangga ekonomi masyarakat di berbagai lapisan.

Layanan gadai menjadi pilihan karena prosesnya sederhana dan pencairan dana berlangsung cepat, tanpa prosedur panjang seperti kredit perbankan.

Kepraktisan inilah yang membuat gadai tetap relevan lintas generasi. Bagi pedagang pasar yang membutuhkan tambahan modal dalam waktu singkat atau orang tua yang menghadapi kebutuhan biaya pendidikan mendadak, kecepatan sering kali menjadi faktor penentu.

Gadai memungkinkan masyarakat memperoleh dana tanpa harus menjual aset berharga yang mereka miliki.

Pengalaman tersebut Lia, 33 tahun, seorang pengusaha gerai teh di Jakarta sekaligus ibu satu anak ini rasakan.

Saat ini, Lia tengah mempersiapkan dana pendidikan anaknya yang kian meningkat. Beruntung, kebiasaan berinvestasi emas sejak 2015 membuatnya lebih tenang menghadapi kebutuhan mendadak.

BACA JUGA: Lewat Festival Tring! Pegadaian Purwokerto Hadirkan Akses Mudah Cicil dan Tabungan Emas Digital

“Dari 2015 saya mulai beli emas batangan saat ada rezeki berlebih, lalu pelan-pelan menabung emas di Pegadaian. Kebiasaan itu berlanjut sampai saya menikah dan punya anak. Kalau butuh dana darurat, saya bisa menggadaikan emas yang saya miliki dan melunasinya kembali saat kondisi keuangan sudah membaik. Saya tetap bisa memenuhi kebutuhan tanpa kehilangan investasi,” ujar Lia.

Ia mengaku tidak menyangka nilai emas yang dikumpulkannya perlahan justru meningkat signifikan. “Jujur saja, saya tidak menyangka harga emas bisa naik setinggi ini. Selain menghitung kebutuhan biaya sekolah anak, saya dan suami juga mulai merencanakan membuka satu gerai kecil lagi dengan memanfaatkan gadai emas yang kami punya,” tambahnya.

Pegadaian menawarkan kemudahan bagi masyarakat dengan menerima berbagai aset berharga, seperti emas, perhiasan, hingga barang elektronik. Dana pinjaman pun dapat dicairkan dalam hitungan menit. Kecepatan ini dinilai mampu mencegah masyarakat terjebak pinjaman ilegal atau rentenir yang menawarkan bunga tinggi.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengatakan gadai masih menjadi produk utama yang berfungsi sebagai penopang ekonomi masyarakat. “Gadai menjadi produk andalan kami untuk membantu masyarakat saat membutuhkan dana cepat. Nasabah dapat menggadaikan harta benda yang dimiliki, seperti emas, peralatan rumah tangga, hingga barang elektronik, dan menebusnya kembali tanpa kehilangan aset tersebut,” jelas Selfie.

Menurutnya, Pegadaian juga mengedepankan prinsip inklusivitas. “Layanan gadai di Pegadaian dimulai dari pinjaman Rp50.000 sebagai bentuk public service obligation. Dana tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari hingga modal usaha bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

BACA JUGA: Pegadaian Kanwil XI Catat Lonjakan Pembiayaan, Produk Emas Tumbuh 200 Persen

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional, namun masih menghadapi tantangan klasik berupa keterbatasan akses modal. Dalam konteks ini, Pegadaian berperan strategis sebagai penyedia pembiayaan alternatif. Banyak pelaku UMKM memanfaatkan gadai sebagai modal putar untuk menjaga kelangsungan usaha.

Pegadaian juga secara rutin menghadirkan program Gadai Peduli, yaitu layanan gadai bebas bunga dengan pinjaman mulai Rp50 ribu hingga Rp2,5 juta.

Program ini menjadi wujud kepedulian perusahaan dalam mendukung ekonomi kerakyatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat dengan biaya ringan.

Emas menjadi aset favorit karena nilainya relatif stabil dan terkenal sebagai instrumen safe haven. Dengan menggadaikan emas, pelaku usaha memperoleh modal kerja tanpa harus melepas aset investasinya.

Setelah usaha menghasilkan keuntungan, emas tersebut dapat ditebus kembali. Pola ini mendorong kemandirian finansial yang berkelanjutan.

Seiring perkembangan teknologi, Pegadaian juga bertransformasi melalui layanan digital. Aplikasi Tring! memungkinkan masyarakat mengakses layanan gadai tanpa harus datang ke kantor cabang.

Inovasi seperti Gadai Tabungan Emas memberi kemudahan bagi nasabah untuk menggadaikan saldo emas digital secara instan.

“Saat ini semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa emas merupakan instrumen investasi yang aman, likuid, dan bernilai jangka panjang. Di Pegadaian, masyarakat dapat menabung, menggadai, hingga mendepositokan saldo emas dengan mudah melalui aplikasi Tring!, kapan saja dan di mana saja,” tambah Selfie.

Transformasi Digital

Transformasi digital tersebut memperluas inklusi keuangan, terutama bagi generasi muda. Selain itu, gadai juga berperan sebagai sarana literasi keuangan.

Nasabah belajar memahami nilai aset, biaya sewa modal, serta pengelolaan risiko dengan skema yang transparan dan terukur.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M Aries Aviani Nugroho, menuturkan Pegadaian sebagai lembaga keuangan nonbank terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

“Saat ini Pegadaian memiliki beragam produk, mulai dari kredit cepat aman, pembiayaan kendaraan bermotor melalui produk Amanah, pembiayaan modal usaha seperti KUR dan Kreasi, hingga investasi emas melalui MULIA dan Tabungan Emas. Seluruh layanan tersebut juga didukung sistem digital melalui aplikasi Tring! untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis,” jelas Aries.

Melalui inovasi produk dan layanan, Pegadaian berkomitmen menjadi mitra keuangan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.

Dengan semangat mengEMASkan Indonesia, Pegadaian terus berupaya menghadirkan solusi keuangan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp