Gaya Hidup

Mengintip Pasren, Resto Bernuansa Kebun yang Jadi Tempat Belajar Kuliner

×

Mengintip Pasren, Resto Bernuansa Kebun yang Jadi Tempat Belajar Kuliner

Sebarkan artikel ini
Mengintip Pasren, Resto Bernuansa Kebun yang Jadi Tempat Belajar Kuliner
Pembukaan Pasren Resto Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah maraknya kafe dan restoran modern, hadir sebuah tempat yang menawarkan konsep berbeda di kawasan Semarang atas.

Pasren Garden Resto, berlokasi di Jalan Ngesrep Barat III No. 52, menyajikan hidangan sehat dengan harga terjangkau, mulai Rp55 ribu hingga Rp75 ribu per orang.

Pemilik Pasren, Chef Nanan Wiryono, menjelaskan bahwa resto bernuansa kebun ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan. Tetapi juga ruang edukasi kuliner, terapi, sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan tempat belajar yang menyenangkan. Sekaligus wadah bagi masyarakat untuk menikmati makanan sehat tanpa harus mahal,” ujar Chef Nanan yang merupakan pendidik kuliner serta pengelola sekolah masak nonformal.

Nama Pasren beradal dari bahasa Jawa yang berarti taman atau kebun, sekaligus akronim dari ‘pas di enggo leren’. Yang merupakan tempat untuk beristirahat.

Konsep ini menjadi ruang praktik langsung bagi para murid sekolah masak yang di asuh Nanan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Menurutnya, aktivitas memasak tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga mampu memberi ketenangan, meningkatkan fokus, dan menjadi sarana pemulihan bagi berbagai kalangan.

Karena itu, Pasren hadir sebagai tempat yang ramah bagi semua usia, baik untuk belajar maupun sekadar bersantai.

BACA JUGA: Hotel dan Restoran di Kabupaten Semarang Sumbang Pendapatan Signifikan, Bupati Minta Terus Berinovasi

Lebih dari sekadar resto, Pasren juga menjadi ruang pemberdayaan. Para murid sering mendapat kesempatan bekerja paruh waktu selama dua hingga tiga jam untuk melatih tanggung jawab dan meningkatkan rasa percaya diri.

Tak jarang, pengunjung menjumpai anak-anak usia 8–9 tahun yang menjual makanan hasil karya mereka sendiri.

Atas komitmen tersebut, Pasren dipercaya oleh Bank Indonesia untuk memberikan pelatihan bagi sejumlah pondok pesantren.

Pelatihan tersebut mencakup pemilihan bahan makanan halal, teknik memasak halal-tayyib, hingga pengenalan bahan baku berkualitas.

“Kami ajarkan dari proses paling dasar, seperti cara menyimpan telur yang benar. Hal-hal sederhana ini menentukan kualitas makanan,” jelas Nanan.

Dari sisi menu, Pasren menawarkan ragam hidangan Nusantara dari Sabang hingga Merauke.

Pecinta kuliner western pun tetap dapat menemukan sajian favorit mereka. Seluruh makanan disiapkan tanpa pewarna sintetis dan tanpa pengawet. Sedangkan minuman tersaji dalam kemasan food grade yang ramah lingkungan.

Tidak hanya bagi pencinta kuliner, Pasren juga membuka ruang pertemuan yang dapat masyarakat pakai gratis untuk berbagai kegiatan positif.

“Siapa pun boleh memakai tempat ini selama untuk tujuan yang baik. Bahkan rapat RT pun kami persilakan,” tambah Nanan.

Dalam rangka pembukaannya, Pasren menggelar event Meramu Rasa, di ikuti para ibu rumah tangga dan pekerja. Kegiatan ini juga menghadirkan para juri, termasuk Chef Dedes Putri Ratnasari, Chef Putri Uti, Chef Beatrix S, dan Chef Nanan sendiri.

Dengan konsep unik yang memadukan kuliner sehat, edukasi, dan pemberdayaan, Pasren Garden Resto menjadi alternatif baru bagi warga Semarang yang ingin menikmati suasana berbeda nan inspiratif. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp