SEMARANG, beritajateng.tv – Tajin sappar merupakan sebuah tradisi di bulan Safar yang cukup unik dan menarik. Tradisi yang satu ini umumnya ada di kalangan masyarakat Madura dan Jawa seperti daerah Bondowoso dan Situbondo.
Bukan sembarang makanan biasa, tetapi sajian hidangan yang terkenal dengan sebutan tajin sappar tersebut memiliki maknan yang cukup dalam.
Salah satunya yakni sebagai simbol tolak bala, dan bentuk sedekah sebagai bukti rasa syukur atas nikmat selama iin.
Penyajian makanan biasanya dilakukan pada Rebo Wekasan, yakni Rabu terakhir di bulan Safar menurut tradisi masyarakat.
Berikut ini akan beritajateng.tv bagikan makna lainnya yang terkandung dalam tradisi unik tersebut.
Makna Tajin Sappar di Bulan Safar
Beberapa daerah melangsungkan tradisi ter ater tajin sappar ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi. Ibarat saling berbagi dengan yang lain terutama bagi mereka yang membutuhkan.
BACA JUGA: Sedang Tayang di Bioskop, Berikut Review Film Horor Juminten Edan
Masyarakat mempercayai tradisi sebagai bentuk doa bersama. Tradisi ini berlangsung dengan harapan seluruh masyarakat senantiasa memperoleh perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Melalui rangkaian doa, warga memohon agar terhindar dari berbagai marabahaya, bencana, wabah penyakit, maupun musibah lainnya sepanjang tahun.
Selain menjadi ikhtiar spiritual, tradisi ini juga mencerminkan rasa syukur, mempererat kebersamaan antarwarga, serta menumbuhkan harapan akan kehidupan yang lebih aman, damai, dan penuh keberkahan pada tahun yang akan datang.
Bubur ini umumnya menggunakan bahan dasar tepung beras atau beras ketan yang melalui beberapa pengolahan hingga menghasilkan tekstur lembut dan kenyal.
Adonan tersebut kemudian berpadu dengan santan sehingga memberikan cita rasa gurih serta gula merah yang menghadirkan rasa manis alami dan aroma khas.
Untuk menambah kenikmatan, bubur biasanya terhidangkan bersama kuah santan, kuah gula merah, atau pelengkap tradisional lainnya yang membuat perpaduan rasanya semakin kaya.
Tekstur lembut serta rasa manis dan gurih membuat hidangan tradisional ini banyak orang gemari di berbagai daerah dan acara adat.
Itulah informasi seputar beberapa makna yang ada dibalik tradisi ter ater tajin sappar yang berlangsung di bulan Safar. (*)





