Jateng

Menko Zulhas Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Beras Berkat TNI: Betul Itu, Saya Tidak Basa-basi

×

Menko Zulhas Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Beras Berkat TNI: Betul Itu, Saya Tidak Basa-basi

Sebarkan artikel ini
zulhas
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau Kopdes Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Sampangan, Kota Semarang, Jumat, 30 Januari 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas mengklaim Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan, khususnya beras, berkat kerja keras seluruh pihak, utamanya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Klaim tersebut Zulhas sampaikan saat meresmikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Kelurahan Sampangan, Kota Semarang, Jumat, 30 Januari 2026 sore.

“Pertama, swasembada pangan, harus. Karena kalau tidak swasembada, kita akan tergantung dari luar,” ujar Zulkifli Hasan dalam sambutannya.

Zulhas memaparkan, tahun 2024 lalu Indonesia masih melakukan impor sejumlah komoditas pangan strategis dalam jumlah besar.

“Saudara-saudara tahu? Tahun 2024 impor beras 4 juta [ton], impor gula 6 juta [ton], dan gandum 13 juta [ton]. Banyak sekali. Sedikit demi sedikit atas kerja semua pihak, terutama TNI, saya terima kasih kepada TNI,” ucap Zulhas.

BACA JUGA: Dukung Prabowo 15 Tahun, Zulhas Minta Kader PAN di Jateng Sukseskan MBG dan Kopdes Merah Putih

Kendati begitu, Zulhas mengklaim kondisi tersebut mulai berubah. Ia menyebut Indonesia tidak lagi melakukan impor beras sejak tahun lalu. Kepada personel TNI yang hadir, Zulhas menyatakan optimistis capaian tersebut akan terus meningkat pada tahun ini.

“Kita tahun lalu dan tahun ini tidak impor beras lagi, tahun lalu kita surplus 4 juta [ton]. Jadi satu butir pun enggak ada impor beras. Terima kasih TNI, insyaallah tahun ini kita akan lebih tinggi lagi. Terima kasih TNI. Betul ini saya tidak basa-basi,” ucapnya.

Selain soal swasembada pangan, Zulkifli Hasan juga menyoroti percepatan pembentukan Kopdes Merah Putih yang dinilainya tidak lepas dari peran aktif TNI hingga ke tingkat desa.

Kopdes Batang

Ia menyebut, sebelum meresmikan Kopdes Sampangan, dirinya juga meninjau Kopdes di wilayah Wates, Kabupaten Batang, yang menurutnya telah berjalan dengan baik.

“Tadi saya di Batang, di Wates. Di sana Kopdesnya sudah jadi. Bagus sekali, luar biasa, baik yang di Kota Semarang maupun di Batang,” kata Zulhas.

Zulhas mengaku pihaknya terkesan dengan keterlibatan TNI, mulai dari Babinsa hingga pimpinan wilayah, dalam percepatan realisasi Kopdes Merah Putih.

“Tadi saya dengan Dandim sana, Danrem. Di sini dengan Dandim Kota Semarang dan Pangdam. Saya sungguh memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI kita, khususnya Babinsa yang telah bekerja keras membantu mewujudkan Kopdes ini,” ujarnya.

Ia mengklaim, dalam waktu yang relatif singkat, jumlah Kopdes Merah Putih yang hampir rampung sudah mencapai puluhan ribu unit.

“Saya tidak menyangka, tidak mengira, dalam tempo sangat singkat hampir tiga bulan sudah hampir puluhan ribu yang hampir jadi,” katanya.

Zulhas menargetkan peluncuran besar-besaran Kopdes Merah Putih akan berlangsung dalam waktu dekat. Ia menegaskan, percepatan Kopdes Merah Putih penting untuk mendukung rantai pasok pangan nasional, termasuk bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Mudah-mudahan Maret dan April ini sudah bisa kita launching 20 ribu sampai 30 ribu Kopdes yang sudah jadi. Sudah ada isinya, sudah ada kendaraannya, sudah lengkap dan bisa beroperasi. Kopdes ini memang harus dipercepat untuk mendukung supplier-nya nanti ke SPPG,” kata dia.

Zulhas Bantah Pemotongan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih

Usai peresmian berlangsung, Zulhas turut menanggapi keluhan sejumlah perhimpunan desa yang menyebut dana desa terpotong akibat program Kopdes Merah Putih.

“Mengeluh kepada siapa?” jawab Zulkifli Hasan saat ditanya soal isu tersebut.

BACA JUGA: Kendala Bantuan Modal dari Pusat, Rencana Bupati Brebes Gunakan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih

Saat ditegaskan bahwa keluhan muncul karena program desa dinilai tidak terakomodasi, ia membantah adanya pemotongan dana desa.

“Tidak ada yang dipotong. Pindah jadinya kayak gini,” ujarnya sambil menunjuk bangunan Kopdes.

Menurutnya, dana desa yang digunakan justru berwujud aset dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan langsung oleh desa.

“Dana desanya hilang atau jadi ada barangnya? Tuh, jadi ada barangnya, bagus banget tuh,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp