Peristiwa

Misteri Tewasnya Dua Bocah di Pantai Sigandu Batang Terkuak, Diduga Sang Ibu Ajak Bunuh Diri

×

Misteri Tewasnya Dua Bocah di Pantai Sigandu Batang Terkuak, Diduga Sang Ibu Ajak Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini
Konten Kreator Demak Meninggal | Sungai Lak | Mahasiswa UIN Walisongo | Jembatan Jurug | balita mranggen | RSJD Solo | Ilustrasi orang hanyut atau tenggelam. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi orang hanyut atau tenggelam. (Foto: Pexels/Pixabay)

BATANG, beritajateng.tv – Misteri kematian dua bocah di Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, mulai menemukan titik terang. Pipit (31), ibu dari kedua korban, menurut dugaan ingin mengakhiri hidup bersama anak-anaknya.

AKP Imam Muhtadi, Kasatreskrim Polres Batang, mengungkapkan bahwa Pipit membawa Hafiza Latifatuz Zahra (6) dan Hana Hasinah (3) ke pantai pada Rabu, 30 Juli 2025 pagi.

Tujuan Pipit ke pantai menurut dugaan bukan hanya sekadar rekreasi, melainkan percobaan mengakhiri hidup bersama kedua anaknya.

“Ibu korban ajak anak-anaknya ke pantai dengan niat berakhir bersama. Hal ini masih dalam penyelidikan,” jelas AKP Imam pada Kamis, 31 Juli 2025.

BACA JUGA: Berikut Daftar 3 Wisata Pantai di Jalur Pantura Jawa Tengah, Lengkap dengan Lokasi dan Harga Tiket

Penyidik kini fokus pada dugaan percobaan bunuh diri yang menyebabkan kematian tragis dua bocah tersebut. Pemeriksaan psikologis terhadap Pipit juga akan tim ahli kejiwaan lakukan guna memahami kondisi mentalnya.

“Kami sudah rencanakan pemeriksaan psikologis dan koordinasi dengan tim ahli kejiwaan,” lanjut Imam.

Dua jasad bocah itu telah menjalani proses otopsi di RSUD Kalisari Batang oleh tim Biddokkes Polda Jawa Tengah. Prosedur ini bertujuan mengungkap penyebab kematian secara pasti. Setelah otopsi selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Kami beri kesempatan keluarga mengurus pemakaman sebelum lanjutkan pemeriksaan pada Pipit,” ujar Imam.

Kronologi 2 bocah tewas di Pantai Sigandu Batang

Kejadian mengerikan tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Pipit membawa anak-anaknya menggunakan motor menuju Pantai Sigandu. Hafiza duduk di depan motor, sedangkan Hana digendong dengan selendang.

Setelah sampai, Pipit berjalan ke laut sambil menggendong Hana dan membopong Hafiza. Saat ombak datang, Pipit melepaskan keduanya dan nyaris terseret arus. Pipit berhasil selamat dan warga temukan dalam kondisi lemas di bibir pantai.

BACA JUGA: Akhir Mei Jadi Puncak Banjir Rob, Agustina: Reklamasi Pantai Jadi Beban Penurunan Tanah

Sekitar pukul 06.30 WIB, jasad Hana ditemukan dalam posisi tengkurap dekat kafe Mamamia. Sementara pada pukul 13.30 WIB, Pipit kedapatan bersembunyi di toilet portabel kawasan wisata, dalam kondisi linglung.

Karena keterangan Pipit tak konsisten dan menunjukkan gejala gangguan mental, penyidik memutuskan pemeriksaan lanjutan. Proses hukum masih menunggu hasil otopsi lengkap dan evaluasi psikologis dari tim ahli. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp