SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, berdialog langsung dengan anggota Ikatan Penasihat Keluarga Berencana (IpeKB) dan para ibu Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kecamatan Banyumanik, Minggu 30 November 2025.
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana santai dan menjadi ruang terbuka bagi para pendamping untuk menyampaikan pengalaman di lapangan.
Dialog itu menghadirkan beragam masukan dari para anggota IpeKB dan TPK terkait pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) serta pendampingan keluarga di wilayah mereka. Saleh menyimak seluruh aspirasi yang muncul, termasuk tantangan teknis, kebutuhan pelatihan, hingga dinamika saat memberikan edukasi kepada warga.
Saleh mengapresiasi dedikasi para pendamping yang bekerja langsung di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberadaan mereka memberi dampak besar terhadap keberhasilan program KB.
“Kegiatan bersama IpeKB dan ibu-ibu Tim Pendamping Keluarga ini sangat penting. Mereka berada di garis depan dan langsung mendidik serta mendampingi masyarakat,” ujar Saleh.

BACA JUGA: Dongkrak Pertanian Jateng, Mohammad Saleh Dukung Pembangunan-Rehabilitasi Jaringan Irigasi
Ia menambahkan, kolaborasi yang kuat antara pendamping dan pemerintah daerah akan menciptakan program KB yang lebih efektif dan tepat sasaran.
“Saya berharap kerja sama seperti ini terus diperkuat agar program Keluarga Berencana berjalan lebih baik. Kami di DPRD terus mendukung semua upaya yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Ketua DPD Golkar Jawa Tengah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Saleh menekankan pentingnya menjadikan setiap masukan dari pendamping sebagai dasar penyusunan kebijakan. Ia menyebut, pendekatan berbasis kebutuhan lapangan akan memberikan hasil yang lebih tepat bagi kesejahteraan keluarga di Jawa Tengah.
Saleh berharap kegiatan semacam ini dapat berlangsung rutin, sehingga hubungan antara para pendamping keluarga dan DPRD semakin solid. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci untuk menghadirkan layanan pendampingan yang lebih berkualitas bagi masyarakat Banyumanik dan wilayah lain di Jawa Tengah. (*)





